"Sri bekerja di Suriah selama tiga tahun. Majikannya pun membantunya untuk keluar dari Raqqa dan tetap membayar sisa gajinya," kata Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa (29/3/2016).
Turut hadir di Kemenlu, Sri menceritakan pengalamannya selama bekerja di Raqqa, sebuah kota di Suriah yang diklaim kelompok militan Islamic State (ISIS) sebagai ibu kota mereka.
"Saya keluar dari Raqqa tidak membawa apa-apa. Saya menutup muka dengan memakai cadar. Jika saya diketahui orang Indonesia, pasti saya ditahan," ujar Sri Rahayu. "Saya keluar dari Raqqa menuju Allepo. Lalu saya diantar ke shelter KBRI Damaskus," lanjutnya.
Ia menambahkan saat keluar dari Raqqa, ia tidak melewati jalan raya atau jalan umum. "Saya menghabiskan enam hari di jalan untuk menuju Allepo," ujarnya.
Selama tinggal dan bekerja di Kota Raqqa yang dikendalikan ISIS, TKW asal Sumbawa ini menyaksikan secara langsung peristiwa di mana ISIS memasuki Raqqa. Sri mengaku mendengar orang-orang berlarian sambil berteriak ketakutan bahwa ISIS sedang memasuki Kota Raqqa.
"Tembakan dan pengeboman terjadi setiap hari dalam 24 jam tanpa henti," pungkas Sri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News