PM Singapura Diisukan Terlibat 1MDB
Mantan PM Malaysia Najib Razak (kanan) dan PM Singapura Lee Hsien Loong, Januari 2018. (Foto: AFP)
Kuala Lumpur: Beredar kabar bahwa Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong terlibat dalam skandal korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Namun, berita ini telah dibantah pihak Negeri Singa.

Komisi Tinggi Singapura di Malaysia merujuk pada artikel Breaking News: PM Singapura Lee Hsien Loong menjadi target investigasi 1MDB yang diterbitkan sebuah media online Malaysia.

Dilansir dari Strait Times, Kamis 8 November 2018, dalam berita itu disebutkan mantan PM Malaysia Najib Razak menandatangani perjanjian yang tak masuk akal dengan PM Lee sebagai pertukaran pencuciang uang.


"Komisi Tinggi Singapura di Malaysia menegaskan bahwa artikel ini adalah hoaks dan memfitnah PM Lee," sebut pernyataan mereka.

Baca: Gelar Kehormatan Najib Razak dan Istrinya Dicopot

Najib dan istrinya, Rosmah Mansor, sama-sama dituduh terlibat dalam mega skandal korupsi 1MDB. Namun, hingga sekarang, keduanya mengaku tak bersalah.

Setidaknya, sudah lima kali Najib dipanggil oleh Komisi Anti Korupsi Malaysia dan didakwa dengan 33 dakwaan terkait pencucian uang.

Sementara Rosmah sudah tiga kali dipanggil dan dijerat 17 dakwaan terkait penyalahgunaan dana dan pencucian uang.

Baca: Najib Razak Kembali Klaim Tidak Bersalah Terkait 1MDB

Sejak 2015, kasus ini sudah mencuat dari laporan Wall Street Journal bahwa ada aliran dana ke rekening pribadi Najib. Namun ketika itu Najib masih menjabat sebagai perdana menteri dan tidak ada kelanjutan atau proses hukum dari kasus ini.

Setelah Najib dilengserkan dan diganti oleh PM Mahathir Mohamad, Malaysia bersikeras untuk mengungkap apa yang terjadi di balik skandal tersebut. Kendati demikian, Najib menampik semua tuduhan dan mengaku dana yang ada di rekeningnya adalah sumbangan dari keluarga Kerajaan Arab Saudi. 




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id