Sesi Retreat KTT ASEM membahas isu-isu antara lain mengenai Brexit (Inggris keluar Uni Eropa), migrasi, terorisme serta isu-isu keamanan dan perdamaian di kawasan. Isu terorisme mendominasi pembahasan dalam sesi Retreat tersebut.
Para pemimpin ASEM kembali menyampaikan keprihatinan dan mengutuk keras sejumlah serangan teroris yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Eropa, sebagaimana yang baru saja terjadi di Nice, Perancis, 15 Juli. Dalam hal ini disepakati untuk lebih meningkatkan kerja sama internasional untuk menanggulangi terorisme dan penyelesaian hukum terhadap pelaku terorisme sesuai dengan piagam PBB dan hukum internasional.
"Kita jangan hanya melihat kapan dan dimana suatu tindakan terorisme terjadi. Kita juga harus melihat lebih dalam akar permasalahan (root causes) penyebab aksi teror tersebut," demikian disampaikan Wapres pada awal sambutannya. Pernyataan Wapres ini didukung beberapa pemimpin negara-negara ASEM.
Wapres juga menyampaikan aksi terorisme saat ini telah meluas dari negara gagal (failed-state) ke negara-negara yang stabil. Karena itu, diperlukan kerja sama rekonstruksi pembangunan politik, ekonomi, dan sosial untuk menanggulangi akar permasalahan terorisme di negara-negara gagal tersebut.
Wapres menekankan aksi unilateralisme terhadap negara-negara gagal justru memperkuat timbulnya reaksi negatif yang lebih luas. Terorisme dijadikan sebagai ekspresi luapan kemarahan rakyat dari negara-negara yang diserang. Wapres juga menekankan bahwa tindakan unilateral dapat dinilai sebagai bentuk dari state-radicalism.
Para Pemimpin ASEM menyampaikan harapan agar Brexit tidak berdampak negatif terhadap upaya pengembangan konektivitas Asia dan Eropa. Inggris dan Uni Eropa meyakinkan para pemimpin ASEM lainnya bahwa situasi Brexit tidak akan berpengaruh terhadap hubungan Asia dan Eropa.
Uni Eropa juga mengharapkan bahwa proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa dapat diselesaikan dengan cepat. Para Pemimpin ASEM juga menekankan pentingnya kerja sama internasional untuk menyelesaikan permasalahan imigran ireguler. Selain itu, telah dibahas pula mengenai isu-isu di kawasan dan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News