Kim Jong-un berbicara di hadapan komisi militer Korut. (Foto: KCNA)
Kim Jong-un berbicara di hadapan komisi militer Korut. (Foto: KCNA)

Kim Jong-un Gelar Pertemuan Militer Jelang Deadline 2019

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 22 Desember 2019 14:03
Seoul: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menggelar pertemuan dengan sejumlah petinggi militer untuk mendiskusikan kapabilitas pertahanan negara. Pertemuan digelar di tengah ancaman terjadinya konfrontasi antara Korut dan AS.
 
Korut telah meminta AS mengubah sikap jika Washington memang ingin melanjutkan dialog denuklirisasi. Pyongyang menetapkan tenggat waktu untuk perubahan sikap itu hingga akhir tahun ini.
 
Menurut laporan kantor berita Korean Central News Agency (KCNA), Kim telah memimpin sebuah rapat bersama Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertemuan digelar untuk mendiskusikan cara meningkatkan kapabilitas angkatan bersenjata Korut, baik dari sisi militer maupun politik," lapor KCNA, dikutip dari Nikkei Asian Review, Minggu 22 Desember 2019.
 
"Selain itu, pertemuan juga mendiskusikan berbagai isu penting untuk peningkatan pertahanan nasional dan pertumbuhan berkesinambungan kapabilitas militer," lanjutnya.
 
KCNA tidak menyebutkan secara detail kapan dan dimana pertemuan itu berlangsung. Hasil dari pertemuan tersebut juga tidak diumumkan.
 
Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korut adalah badan utama yang membuat keputusan militer di Korut. Kim memimpin Korut dengan menyandang posisi pemimpin agung dan ketua komisi militer.
 
Dalam beberapa pekan terakhir, Korut melayangkan pernyataan provokatif kepada AS. Bahkan, Pyongyang pernah menjanjikan memberi "hadiah natal" jika Washington tidak juga bersedia mengubah sikap dan menawarkan semacam konsesi hingga akhir 2019.
 
Utusan khusus AS Stephen Biegun mengatakan bahwa rangkaian pernyataan Korut belakangan ini bersifat "bermusuhan dan juga negatif."
 
Negosiasi nuklir antara kedua negara terhenti meski Presiden AS Donald Trump dan Kim telah tiga kali bertemu. Dua pertemuan digelar dalam format resmi, sedangkan yang ketiga bernuansa informal.
 
Korut telah menegaskan bahwa jika AS gagal memberikan tawaran yang dapat diterima, maka Pyongyang akan mengadopsi sebuah "jalan baru."
 
Bulan ini, Korut telah melakukan serangkaian uji coba di situs peluncuran roket Sohae. Padahal sebelumnya Kim telah berjanji akan membongkar situs tersebut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif