Presiden Joko Widodo saat melepas Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon. (Foto: Setkab).
Presiden Joko Widodo saat melepas Kontingen Garuda untuk misi perdamaian di Republik Demokratik Kongo dan Lebanon. (Foto: Setkab).

Penjaga Perdamaian Dibutuhkan Ketika Tak Ada Solusi Politik

Internasional pasukan perdamaian indonesia-pbb
Marcheilla Ariesta • 27 Juni 2019 05:42
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Jean-Pierre Lacroix mengatakan penjaga perdamaian dibutuhkan ketika tak ada lagi solusi politik. Tujuannya jelas untuk melindungi penduduk.
 
"Inilah alasan mengapa kita memerlukan Pasukan Penjaga Perdamaian karena membantu ketika tidak ada solusi politik," tutur Lacroix, di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2019.
 
Menurut Lacroix, politik menentukan perdamaian di negara konflik. Karenanya, dukungan politik terhadap perdamaian juga diperlukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pasukan penjaga perdamaian adalah solusi perdamaian," imbuhnya.
 
Selain itu, dia menuturkan berbagai tantangan yamg dihadapi para personel penjaga perdamaian. "Jumlah warga sipil yang lebih banyak dari pasukan kita juga menjadi tantangan tersendiri," terang Lacroix.
 
Tahun ini, Indonesia berencana menambahkan jumlah personel pasukan penjaga perdamaian PBB. Kini Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari 124 negara penyumbang personel penjaga keamanan perdamaian PBB.
 
Jumlah personel penjaga perdamaian dari Indonesia sebanyak 3.080 orang, 106 diantaranya adalah perempuan. Mereka tersebar di delapan misi PBB, termasuk di Mali, Sudan Selatan dan Kongo.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif