Warga Korea Utara (Korut) berkumpul di Lapangan Kim Il-Sung pada Minggu, 5 Januari 2020. Foto: KNT
Warga Korea Utara (Korut) berkumpul di Lapangan Kim Il-Sung pada Minggu, 5 Januari 2020. Foto: KNT

Kim Jong-un Menghilang Usai AS Bunuh Jenderal Soleimani

Internasional amerika serikat kim jong-un Qassem Soleimani Garda Revolusi Iran
Fajar Nugraha • 06 Januari 2020 11:47
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un menghilang usai memimpin pertemuan komite pusat Partai Pekerja Korut. Menghilangnya Jong-un bersamaan dengan operasi militer Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin pasukan Garda Revolusi Iran di Baghdad, Irak.
 
Kantor berita Korut, KCNA, pekan lalu Kim Jong-un, memberikan penghormatan Tahun Baru di Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang. Tempat itu adalah makam pendiri Korut Kim Il-sung dan putranya Kim Jong-il.
 
Ada spekulasi bahwa dia sejak AS melakukan serangan udara yang menewaskan komandan pasukan eliter Iran, Garda Revolusi, Jenderal Qassem Soleimani, Kim Jong-un seperti menutup diri. Serangan udara itu terjadao 3 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pertemuan komite, Kim telah mengancam untuk membatalkan moratorium uji coba nuklir dan rudal dan bersumpah untuk menghadapi AS sampai mengulang kembali kebijakan yang bermusuhan.
 
Kondisi ini serupa ketika ayah Kim Jong-un, yakni Kim Jong-il yang juga menghilang dari pandangan publik selama satu atau dua bulan, ketika AS menginvasi Afghanistan pada tahun 2001 dan Irak di 2003.
 
Pyongyang tidak membuat komentar resmi tentang pembunuhan itu. Tetapi kemungkinan besar bahwa Korea Utara lega bahwa Trump telah mengubah agresi terhadap Iran dalam upaya aneh dari Trump untuk memenangkan suara dalam pemilihan presiden akhir tahun ini.
 
Tetapi Ami Bera, ketua Subkomite Asia-Pasifik, dan Nonproliferasi Komite Luar Negeri AS, mengatakan kepada VOA bahwa AS akan mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Pyongyang, jika Korea Utara harus melanjutkan uji coba nuklir dan rudal. “Kami juga akan mendesak Trump untuk melanjutkan latihan bersama skala penuh dengan Korea Selatan,” ujar Ami Bera, seperti dikutip Chosun Ilbo, Senin, 6 Januari 2020.
 
Masih harus dilihat apakah Korea Utara cukup terintimidasi oleh pembunuhan untuk menahan segala provokasi yang telah direncanakannya sekarang. Batas waktu akhir tahun bagi konsesi AS dalam pembicaraan nuklir telah berlalu.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif