Nur, begitu dia akrab disapa, merupakan salah satu peserta program 'Saya Ingin Sukses' garapan Kedutaan Besar RI di Malaysia. Perempuan 21 tahun ini mengaku kapok menjadi tenaga kerja di Malaysia.
Bagaimana tidak? Nur bekerja, banting tulang dari pagi hingga malam, namun tidak mendapat upah sepeser pun dari jerih keringatnya. Perempuan ini ditipu.
Kepada awak media di Hotel Bandara, Cengkareng, Tangerang, Nur menuturkan, agen yang mendatanginya di Kediri mengajak dirinya untuk bekerja di Malaysia. Gaji besar dan kerja di luar negeri sudah pasti jadi mimpi yang dijual para penipu itu.
Tiga bulan Nur bekerja di rumah majikannya di salah satu kondominium ibu kota Negeri Jiran, Kuala Lumpur, sejak awal 2017.
"Awalnya saya sudah diberitahu akan ada potongan (upah), namun hingga tiga bulan, saya tidak terima sepeser pun uang," katanya membuka percakapan, Rabu 28 Maret 2018.
Mengenakan seragam terapis berwarna putih, Nur yang bergincu merah mengaku dia kabur dari rumah sang majikan. Membawa kunci untuk bisa turun ke lantai dasar, Nur segera memanggil taksi untuk membawanya ke Kedutaan Besar RI di Malaysia.

Nur bersama Dubes RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana/medcom
"Saya enggak punya uang, jadi ya naik taksi, dibayarin orang KBRI," ujarnya tersipu.
Sesampainya di KBRI, Nur baru mengetahui dirinya pekerja ilegal. Pasalnya, dia tidak menggunakan visa bekerja untuk mencari nafkah. Nur mengaku tidak tahu. Bahkan, kata dia, jika tahu ilegal sudah pasti tak akan menerima pekerjaan.
Di KBRI, Nur ikut pelatihan terapis spa. Dia mengaku dari beberapa pelatihan kala itu, perempuan asal Kediri ini sepertinya punya koneksi tersendiri sebagai terapis spa.
Koneksi batin Nur menuntunnya ke profesinya saat ini, menjadi terapis spa di hotel ternama. Tak mudah masuk seperti Nur, hanya mereka yang berkemauan tinggi yang bisa sukses seperti dia.
Gadis lugu itu mengaku dia tak ingin kembali menjadi TKI. "Saya kapok," tukasnya singkat.
Dia merasa jika harus kembali menjadi pekerja informal, dirinya tidak mau. Namun, jika kembali dalam bidang formal dengan dokumen izin lengkap, Nur akan mempertimbangkannya.
Namun, berkat kegigihannya, Nur sempat dilirik pemilik spa di Belgia. Di ditawari pelatihan di salah satu negara Benua Biru itu. Nur mengaku senang, sekaligus cemas.
Sayangnya, tawaran itu masih belum ada kejelasannya. Dia masih menunggu kemantapan hati dan kejelasan. Meski demikian, Nur mengaku sudah kerasan kerja sebagai terapis spa di hotel tempat dia bekerja saat ini.
Program Aku Ingin Sukses ini merupakan besutan KBRI Kuala Lumpur untuk menangani banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah di Malaysia. Kurangnya keahlian dan pengetahuan menjadi tantangan tersendiri para TKI tersebut.
Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pemerintah pusat Indonesia mengadakan pelatihan untuk para TKI bermasalah ini. Pelatihan berupa praktek memijat untuk spa, membuat kerajinan tangan, memasak, menjahit dan lain sebagainya, tergantung minat para TKI.
Program ini bertujuan untuk menjadikan TKI wirausahawan, agar tidak kembali lagi menjadi buruh kasar. "Atau kalau mereka ingin kembali, setidaknya punya keterampilan, kemampuan, jadi enggak diremehkan," tukas Rusdi.
Program ini sudah memasuki angkatan ke-3. Para peserta program biasanya mereka yang ditampung tim KBRI di shelter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News