Perdana Menteri Tony Abbott sempat menegaskan dirinya akan berjuang hingga "berkeringat darah" untuk mengubah konstitusi negara yang sudah dibuat lebih dari satu abad lalu. Dalam konstitusi Australia itu, tidak disebutkan adanya suku Aborigin atau Torres Strait Islander.
"Tugas kita, atau bisa juga disebut misi kita, adalah memperbaiki konstitusi," ucap Abbott dalam pertemuan dengan sejumlah politisi dan pemimpin suku di kediamannya tadi malam.
Politisi oposisi Bill Shorten, yang juga menjadi bagian dalam pertemuan itu, mendukung dorongan Abbott untuk perubahan konstitusi.
"Kita harus memasukkan orang Aborigin dan Torres Strait Islander ke dalam sistem akta kelahiran di negara kita," tutur dia, seperti dikutip AFP.
Dukungan untuk "mengakui" suku asli Australia saat ini relatif tinggi. Berdasarkan polling Fairfax Ipsos yang diterbitkan di Sydney Morning Herald, pejabat yang mendukung ide ini mencapai 85 persen, sementara sebelas persennya menolak.
Australia secara resmi mengakui keberadaan suku pedalaman sebagai penghuni pertama negara pada 2013. Namun perdebatan terjadi mengenai susunan kata-kata terkait suku asli di konstitusi negara.
"Komunitas Aborigin tidak hanya ingin perubahan simbolis; kita harus melakukan sesuatu yang lebih substasial," sebut Joe Morrison, kepala Dewan Tanah Utara di Wilayah Utara Australia.
Petinggi suku pedalaman Noel Pearson berpendapat sebaiknya suku Aborigin dan Torres Strait Islander diberikan tempat sebagai perwakilan di pemerintahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News