Ahli gempa asal Universitas Cambridge, James Jackson, mengatakan daratan Kathmandu diduga sudah bergeser sekitar tiga meter. Ini diperkirakan berdasarkan data seismologi dari gelombang suara yang merambat di lapisan tanah setelah gempa.
Analisis Jakson serupa dengan Sandy Steacy, kepala departemen sains fisika dari Universitas Adelaide.
"Sangat mungkin gempa bumi ini terjadi di patahan Himalayan Thrust, sebuah lempeng yang memisahkan sub-kontinen India dari Eurasia," tutur Steacy, seperti dikutip AFP.
"Patahan ini sekitar 10 derajat ke arah utara-timur laut. Gerakan relatif di sepanjang zona patahan ini mungkin berkisar tiga meter maksimal," sambung dia.
Mark Allen, dari Universitas Durham di Inggris, menjelaskan bahwa batuan di atas patahan Himalayan Thrust bergerak ke arah selatan.
"Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Kathmandu direlokasi sekitar tiga meter," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News