Proses pemungutan suara dalam pilpres di Sri Lanka pada Sabtu 16 November 2019 berjalan relatid damai. (Foto: AFP / LAKRUWAN WANNIARACHCHI)
Proses pemungutan suara dalam pilpres di Sri Lanka pada Sabtu 16 November 2019 berjalan relatid damai. (Foto: AFP / LAKRUWAN WANNIARACHCHI)

Klan Rajapaksa Klaim Kemenangan di Pilpres Sri Lanka

Internasional sri lanka
Willy Haryono • 17 November 2019 15:04
Colombo: Mantan menteri pertahanan Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa diklaim juru bicaranya telah menang dalam pemilihan umum presiden, Minggu 17 November 2019. Gotabaya adalah bagian dari klan Rajapaksa yang sempat berkuasa lama di Sri Lanka.
 
Juru bicara Gotabaya, Keheliya Rambukwella, mengklaim bahwa pria 70 tahun itu telah meraih 48,2 persen dari total tiga juta suara yang telah dihitung. Diprediksi peroleh akhir akan melebihi 50 persen.
 
"Kami mendapat sekitar 53 hingga 54 persn suara," kata Rambukwella kepada kantor berita AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah kemenangan yang sangat jelas. Kami senang Gota akan menjadi presiden selanjutnya. Dia akan dilantik besok atau lusa," lanjut sang jubir.
 
Rival terdekat Gotabaya, seorang Menteri Perumahan Sri Lanka Sajith Premadasa, berada di urutan kedua dengan 45,3 persen. Dia mendapat dukungan kuat dari sejumlah area yang dihuni minoritas Tamil, namun lemah di wilayah Sinhal.
 
Kepala Komisi Pemilihan Umum Sri Lanka Mahinda Deshapriya mengatakan bahwa sedikitnya 80 persen dari total 15,99 juta pemilih terdaftar telah ikut serta dalam pilpres. Pemungutan suara sempat diwarnai sebuah aksi kekerasan yang melukai sejumlah orang. Namun Komisi Pemilu Sri Lanka mengklaim proses elektoral berjalan relatif damai.
 
Rajapaksa adalah sebuab klan yang diapresiasi atas perannya menghancurkan kelompok militan Tamil Tigers. Namun klan ini juga dikritik atas kejahatan perang dan korupsi.
 
Pilpres Sri Lanka ini diikuti 35 kandidat, termasuk dua biksu Buddha dan seorang wanita.
 
Gotabaya telah menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan keamanan, usai terjadinya serangan teroris di Sri Lanka pada April lalu yang menewaskan 269 orang.
 
Premadasa juga menjanjikan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan keamanan, serta program pembalut gratis bagi perempuan dari kalangan bawah.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif