Kolaborasi Safe Travel dengan Jenius dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri. Foto: Medcom.id/Glory Natha
Kolaborasi Safe Travel dengan Jenius dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri. Foto: Medcom.id/Glory Natha

Lindungi WNI, Kemenlu Kolaborasikan Safe Travel dengan Jenius

Internasional kemenlu btpn
Medcom • 28 November 2019 15:17
Jakarta:Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) berkolaborasi dengan Jenius dalam upaya memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.
 
Direktur Perlindungan warga negara indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu RI, Judha Nugraha menyatakan bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab dalam memberikan perlindungan bagi WNI yang berpergian ke luar negeri.
 
Kolaborasi dengan Jenius, yang merupakan sebuah revolusi dalam bidang perbankan melalui proses digitalisasi, menjadi salah satu cara untuk memberikan perlindungan. Utamanya perlindungan dalam bidang finansial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini kolaborasi dan inovasi yang sangat baik, mengingat tugas Kemlu RI memberikan perlindungan kepada warga Indonesia yang traveling bahkan yang tinggal di luar negeri,” ungkap Judha Nugraha, saat acara Safe Travel Fest 2019 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada Kamis, 28 November 2019.
 
Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan S. Tisnabudi menjelaskan bahwa Jenius ,-yang merupakan produk BTPN,- semakin menjadi pilihan paradigital savvyuntuk melakukan aktivitas finansial sehari-hari termasuk saattraveling.
 
“Sebagai solusilife finance, Jenius menjadienabler(pembantu) dalam setiap aspek kehidupan masyarakatdigital savvy (akrab dengan teknologi). Kolaborasi strategis antara Jenius dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam Safe Travel Fest 2019 ini menjadi komitmen kami dalam memberikan pengalaman yang cerdas, simpel, dan aman bagi masyarakatdigital savvy, termasuk saat merekatraveling,” jelas Irwan.
 
Menurut data dari Kemenlu, ada sekitar 2,9 juta warga Indonesia yang tinggal menetap di luar negeri. Data tersebut adalah warga yang aktif melapor pada perwakilan RI di luar negeri.
 
Judha mengimbau warga Indonesia untuk melapor ke Kemlu jika berada di luar negeri agar mendapat perlindungan. Menurut Judha, penyebab masalah yang sering dialami oleh warga Indonesia pada saat di luar negeri adalah karena ketidaktahuan informasi dan data.
 
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Safe Travel hadir menjadi aplikasi mobile untuk memberikan kemudahan dan perlindungan kepada WNI saat traveling di luar negeri.
 
“Kami mengembangkan sistem perlindungan melalui digital yaitu mobile apps (aplikasi ponsel) melalui smartphone. Anda bisa download aplikasi namanya Safe Travel, aplikasi ini memberikan informasi ketika Anda berada di luar negeri. Kami juga menciptakan fitur panic button (panggilan darurat) sebagai upaya pelaporan dengan cepat namun ini untuk konteks darurat yangmembahayakan jiwa,” papar Judha.
 
Pengguna Safe Travel bisa mengakses informasi terkait negara yang dituju, kontak penting, hingga melakukan pelaporan kedatangan dan kepulangan secara mandiri melaluismartphone.
 
Selain aplikasi Safe Travel, Kemenlu juga mempunyai Portal Peduli WNI, di mana ini merupakan pelayanan dan perlindunganbagi WNI. Selain kedua tersebut, ada SMS Blast, yang merupakan inovasi pertama Kemenlu bekerjasama dengan lima provider lokal.
 
Dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan, Kemenlu menurut Judha ingin meningkatkan kesadaran warga Indonesia agar bisa melakukan perjalanan aman dengan terkoneksi ke berbagai inovasi yang ada.
 
“Kita ingin warga Indonesia tahu bahwa negara hadir bukan hanya dalam bentuk fisik melainkan juga dalam bentuk digital,” ujar Judha. (Glory Natha)

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif