Ilustrasi: Metrotvnews.com
Ilustrasi: Metrotvnews.com

Penembakan Warga Sipil Picu Protes Pakistan ke India

Internasional konflik india-pakistan
16 Februari 2018 11:55
Islamabad: Pakistan memanggil Wakil Komisaris Tinggi India J.P. Singh dan mengajukan protes resmi mengenai pelanggaran gencatan senjata baru-baru ini.
Pelanggaran berupa penambakan itu menyebabkan tewasnya pengemudi mobil sekolah di sepanjang Jalur Pemantauan (LoC) di Kashmir.
Direktur Jenderal Desk Asia Selatan di Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal --yang memanggil diplomat India itu-- mengutuk "pelanggaran gencatan senjata tanpa provokasi" di Sektor Battal.
"Meskipun ada seruan menahan diri, India terus melakukan pelanggaran gencatan senjata. Pasukan pendudukan India secara sengaja menyerang satu van sekolah yang membawa murid di Jalan Battal-Madharphur, sehingga pengemudi mobil tersebut, Sarfaraz Ahmed, gugur, sedangkan murid sekolah itu menderita trauma berat," kata satu pernyataan.
Pakistan dan India telah mengumumkan gencatan senjata di sepanjang LoC dan Perbatasan Kerja pada 2003. Namun, kedua negara bertetangga itu secara rutin saling melontarkan tuduhan mengenai pelanggaran gencatan senjata.
Pernyataan tersebut, yang memberi pembaruan mengenai serangan lintas-perbatasan, mengatakan pada 2018, pasukan India telah melakukan lebih dari 335 "pelanggaran gencatan senjata" di sepanjang LoC dan Perbatasan Kerja, sehingga menewaskan 14 warga sipil dan melukai 65 orang lagi.
"Peningkatan pelanggaran gencatan senjata yang tak pernah terjadi sebelumnya ini oleh India terus terjadi dari 2017, ketika pasukan India melakukan lebih dari 1.970 pelanggaran gencatan senjata," kata Kementerian itu kepada Xinhua, yang dikutip dari Antara, Jumat 16 Februari 2018.
Direktur Jenderal tersebut mendesak pihak India agar menghormati pengaturan kesepakatan senjata 2003, menyelidiki peristiwa tersebut dan pelanggaran lain gencatan senjata, menginstruksikan pasukan India agar menghormati gencatan senjata, dalam kata-kata dan semangat dan memelihara perdamaian di LoC serta Perbatasan Kerja.
Ia juga mendesak pihak India mesti mengizinkan satu kelompok pengamat militer PBB di wilayah tersebut melaksanakan mandatnya sebagaimana ditetapkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif