ASEAN-Tiongkok Kerja Keras Reduksi Konflik LCS
Seminar Germany-Indonesia Strategic Dialogue di CSIS, Jakarta, Selasa 6 November 2018. (Foto: Fajar Nugraha)
Jakarta: Konflik Laut China Selatan (LCS) masih mewarnai hubungan negara anggota Association of South East Asian Nation (ASEAN) dengan Tiongkok. Tapi kedua belah pihak berkomitmen mengurangi konflik.

Kepala Departemen Hubungan Internasional CSIS, Shafiah F. Muhibat menilai ada sisi optimistis yang bisa dilihat dalam konflik Laut China Selatan, terutama dalam dua tahun terakhir.

"Jika kita ingin melihat isu ini dengan sudut pandang optimistis, ada ketegangan yang mereda dalam Laut China Selatan. Terutama dalam dua tahun terakhir (2017 dan 2018), dibandingkan pada 2016 ketika ada hasil putusan arbitrasi (Permanent Court of Arbitration)," ujar Shafiah dalam seminar Germany-Indonesia Strategic Dialogue di CSIS, Jakarta, Selasa 6 November 2018.


Proses negosiasi Code of Conduct (CoC) sudah berlansung panjang. Dimulai dari Declaration of Conduct (DoC) pada 2002 hingga disepakatinya framework of CoC pada 2017, hingga yang terakhir pada Agustus 2018, di mana ASEAN-Tiongkok sepakati teks negosiasi CoC yang akan dijadikan basis adopsi Kode Etik Bertindak di Laut China Selatan.

Baca: Menlu RI Dorong Penyelesaian COC Laut China Selatan

Kemajuan lain bisa dilihat dari latihan maritim ASEAN-Tiongkok 2018. Selain itu, kedua pihak juga sangat aktif dalam melakukan workshop mengenai perlindungan lingkungan laut.

"Dengan progress-progress itu menunjukkan bahwa ASEAN dan Tiongko bekerja keras untuk mengelola konflik dan konsekuensi dari konflik," imbuh Shafiah.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK) Kementerian Luar Negeri RI Siswo Pramono menyebutkan, apa yang ada di CoC ada yang lebih prinsipil jika melihat dari teksnya. Hal itu termasuk bagaimana cara untuk mengatasi konflik berdasarkan norma dan hukum internasional.

"Ketegangan selalu ada, tetapi saat ini lebih terkelola. Negara-negara (yang bertikai) jauh lebih terbuka untuk bekerja sama dalam mengatasi konflik dengan cara damai," tutur Siswo. 

Siswo menambahkan, ”dalam CoC, kita tidak menciptakan aturan, tetapi menggunakan aturan dari berbagai sumber seperti UNCLOS."




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id