Mantan Yang Dipertuan Agung, Sultan Muhamad V. (Foto: AFP).
Mantan Yang Dipertuan Agung, Sultan Muhamad V. (Foto: AFP).

24 Januari Ditentukan sebagai Pemilihan Raja Malaysia

Internasional malaysia politik malaysia
Fajar Nugraha • 08 Januari 2019 06:30
Petaling Jaya: Para penguasa Malaysia melakukan pertemuan khusus untuk mengatur pemilihan Raja Malaysia atau biasa disebut Yang Dipertuan Agung. Pemilihan akan dilangsungkan pada 24 Januari.
 
“Pada pertemuan 7 Januari itu, para Sultan juga menentukan tanggal 31 Januari sebagai pengambilan Yang Dipertuan Agung yang baru,” ujar pengurus Istana Raja, Tan Sri Syed Danial Syed Ahmad, seperti dikutip The Star, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Menurut Tan Sri Danial, pertemuan Senin itu hanya dihadiri enam penguasa di Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Istana Malaysia Gelar Rapat Pemilihan Raja Baru.
 
Pertemuan dilakukan di Istana Negara dihadiri oleh penguasa dari Terengganu, Perlis, Negri Sembilan, Johor, Perak dan Kedah. Sultan Pahang tidak hadir karena sakit dan Sultan Selangor sedang berada di luar negeri,” jelasnya.
 
Sementara waktu, Wakil Yang di-Pertuan Agong Sultan Nazrin akan bertindak sebagai raja sementara. Dikabarkan, Sultan AhmadShah dari Pahang, yang juga pernah menjadi raja pada 1979-1984, yang akan menjadi raja menurut giliran.
 
Namun, ada spekulasi bahwa takhta akan diberikan kepada raja berikutnya dalam daftar yaitu Sultan Ibrahim Ismail dari Johor mengingat kondisi kesehatan Sultan Pahang kurang baik.
 
Meski demikian, Majelis Tinggi Perak Abdul Aziz Bari mengatakan, Pahang masih berpotensi besar untuk mengambil alih takhta melalui putra Sultan Ahmad Shah.
 
Sementara itu, Sultan Muhammad V akan kembali ke Kelantan dan melanjutkan pemerintahan negara bagian.
 
Baca juga: PM Mahathir Harap Malaysia Segera Lantik Raja Baru.
 
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berharap raja baru dapat dipilih sesegera mungkin. Pasalnya, PM Mahathir harus mengadakan audiensi dengan raja mengenai hal-hal tertentu.
 
Mahathir pun menegaskan pihaknya menerima keputusan Sultan Muhammad V untuk mundur. Menurutnya hal itu sesuai dengan konstitusi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif