Kasus korupsi 1MDB belum menemui titik terang. (Foto: AFP).
Kasus korupsi 1MDB belum menemui titik terang. (Foto: AFP).

WSJ: Tiongkok Tawarkan Tebus Kerugian Kasus 1MDB

Internasional politik malaysia 1mdb
Fajar Nugraha • 08 Januari 2019 14:26
Kuala Lumpur: Sebuah tuduhan kembali dikeluarkan oleh media Amerika Serikat (AS), the Wall Street Journal (WSJ) terkait kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Menurut suratkabar itu, Tiongkok sempat menawarkan bail out atau membayar kerugian dalam kasus 1MDB ini.
 
Berdasarkan laporan yang ditulis oleh Tom Wright dan Bradley Hope itu, Pemerintah Tiongkok pada 2016 pernah menebus kerugian dalam kasus 1MDB. Sebagai balasan, Negeri Tirai Bambu akan diberikan proyek besar dalam lingkup kerja sama ‘One Belt, One Road (OBOR)’.
 
Tudahan baru itu diungkap dari risalah rapat yang didapatkan oleh tim WSJ. Selain tawaran untuk menebus, Tiongkok juga menawarkan memasang penyadap di tempat yang ditinggali oleh wartawan WSJ tersebtu di Hong Kong, ketika melakukan peliputan investigasi dugaan korupsi 1MDB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Risalah rapat menunjukkan seorang pejabat Tiongkok menyatakan akan menggunakan pengaruhnya agar Amerika Serikat dan negara lain membekukan kasus (1MDB) yang mengaitkan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak beserta jajaran pemerintahnya. Najib saat ini menjadi sorotan utama penyelewengan dana 1MDB,” sebut laporan yang ditulis Tom Wright dan Bradley Hope di The Wall Street Journal, seperti dikutip Malaysia Kini, Selasa, 8 Januari 2019.
 
"Sebagai balasan, Malaysia menawarkan kepentingan dalam proyek aliran pipa untuk program infrastruktur Pemerintah Tiongkok 'One Belt, One Road'. Dalam waktu beberapa bulan, Najib, yang membantah terlibat kasus 1MDB, menandatangani perjanjian proyek bernilai USD34 miliar dengan perusahaan Tiongkok. Proyek itu akan didanai bank-bank Negeri Tirai Bambu dan dikerjakan oleh pekerja Tiongkok,” imbuh laporan WSJ.
 
Memetik sumber, laporan itu turut menyatakan bahawa selain memberikan proyek kepada Tiongkok, Najib juga mengadakan perundingan untuk mengizinkan Angkatan Laut Tiongkok berlabuh di dua pelabuhan Negeri Jiran.
 
Wright dan Hope selama ini berada di balik laporan kasus korupsi 1MDB. Keduanya merupakan wartawan pertaman membuat laporan dugaan 2,6 miliar Ringgit Malaysia yang masuk ke rekening pribadi Najib Razak.
 
Kedua jurnalis itu juga penulis buku ‘Billion Dollar Whale’ yang mengupas skandal 1MDB dan pengusaha Low Taek Jho (Jho Low). Low sendiri masih belum ditangkap dan melarikan diri dari kejaran pihak berwenang Malaysia.
 
Najib membela diri
 
Risalah yang dikutip WSJ juga dikatakan menyebut bahwa meskipun proyek tersebut ‘bersifat politik’ karena bertujuan menebus utang 1MDB,-memperkuat pemerintahan Najib dan menancapkan pengaruh Tiongkok di Malaysia,- harus tercermin kepada umum yang dipandu pasar.
 
WSJ mengatakan Pemerintah Tiongkok sejauh ini belum membalas permohonan mereka untuk mendapatkan ulasan berhubung hal itu. Tiongkok sebelumnya menyangkal uang bagi program 'One Belt, One Road' digunakan untuk membayar utang 1MDB.
 
Laporan WSJ itu menambahkan, risalah rapat berkenaan juga menunjukkan pejabat Malaysia mengusulkan beberapa proyek ditempatkan harga di atas harga pasar. Hal ini untuk mendapatkan dana surplus untuk tujuan lain.
 
Penyidik ??Malaysia kini percaya beberapa dana berkenaan digunakan untuk membantu kegiatan politik Najib dan membayar utang 1MDB. "Ditanya tentang hal ini, mantan perdana menteri (Najib) mengeluarkan pernyataan mengatakan proyek rel tersebut akan membuka ribuan kesempatan kerja bagi warga Malaysia dan di bawah pemerintahannya, ekonomi Malaysia akan mengalami perkembangan selama sembilan tahun," kata WSJ.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif