Gertrudes Batocabe mencalonkan diri dalam pemilu sela Filipina, menggantikan suaminya. (Foto: AFP).
Gertrudes Batocabe mencalonkan diri dalam pemilu sela Filipina, menggantikan suaminya. (Foto: AFP).

Janda Filipina Maju di Pemilu Demi Politisi yang Terbunuh

Internasional politik filipina filipina
Arpan Rahman • 13 Mei 2019 18:11
Manila: Sedikitnya enam janda dari politisi yang terbunuh maju dalam pemilu sela Filipina. Majunya para janda memperpanjang tradisi berdurasi puluhan tahun dari perempuan di negara itu, yang menolak membiarkan agenda pasangan mereka yang terbunuh ikut mati bersama
mereka.
 
"Saya punya banyak hal yang harus dilakukan untuk Rodel, untuk orang-orang Daraga," kata Gertrudes Batocabe, yang mengambil alih posisi calon walikota almarhum suaminya Rodel di kota Daraga, Filipina tengah ketika dia ditembak mati pada Desember.
 
"Ini tidak sepenuhnya otomatis bahwa istri mengambil alih, tetapi dalam hal ini saya tidak dapat melihat lawan saya berkuasa," katanya kepada AFP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Praktik politik itu memiliki sejarah panjang. Pada 1983, Benigno Aquino Jr, seorang senator Filipina dan saingan presiden saat itu Ferdinand Marcos, dibunuh dan kematiannya mengilhami jandanya, Corazon Aquino, untuk berhasil mencalonkan diri sebagai presiden pada 1986,
menggulingkan Marcos.
 
Pemilu sela, yang diperkirakan memperkuat posisi politik Presiden Rodrigo Duterte, melibatkan kandidat yang sesak untuk lebih dari 18.000 kursi di negara berpenduduk 61 juta orang. Kursi senat, ditambah peran lokal seperti walikota, termasuk di antara posisi yang dipilih pada Senin.
 
Para calon berada pada risiko terbesar terbunuh dalam pemilu sela, ketika penyerang semakin berani dengan apa yang dilihat oleh banyak orang sebagai sistem peradilan yang korup.
 
Tahun lalu Alex Lubigan, wakil walikota Treces Martires, sebuah kota di selatan Manila, mengumumkan pencalonan walikota dan segera dibunuh. Janda Alex Lubigan, Gemma, mengikuti langkah almarhum suaminya untuk mencalonkan diri sebagai wali kota, berjanji untuk "mengambil alih perlawanan" untuknya.
 
Gertrudes Batocabe dilindungi oleh detail keamanan dan mengetahui risiko yang ia jalankan. "Aku berhati-hati, adalah kata-katanya, tapi aku sudah diberi begitu banyak perlindungan oleh presiden," katanya, dikutip dari laman Guardian, Senin 13 Mei 2019.
 
Para analis mengatakan bahwa meneruskan jejak politik para suami yang terbunuh adalah cara yang ampuh bagi perempuan untuk masuk ke ranah politik yang didominasi pria Filipina.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif