Situasi Qatar masih tetap normal sejak negara Arab putuskan hubungan diplomatik (Foto: AFP).
Situasi Qatar masih tetap normal sejak negara Arab putuskan hubungan diplomatik (Foto: AFP).

China Akan Condong ke Arab Saudi Dibanding ke Qatar

Sonya Michaella • 10 Juni 2017 11:32
medcom.id, Jakarta: Di tengah krisis Timur Tengah antara negara-negara Teluk melawan Qatar, posisi China dan Rusia juga dipertimbangkan. Para pengamat berpendapat bahwa dua negara ini masih dan akan lebih condong ke Arab Saudi.
 
Namun, ada pendapat bahwa posisi Rusia dan Tiongkok ini menjadi sulit karena berada di antara dua kubu yang cukup diperhitungkan.
 
 
"Negara-negara militer jika harus memilih saya kira, dengan mempertimbangkan hubungan diplomatik, akan memilih Arab Saudi yang jauh lebih menguntungkan, terutama untuk Tiongkok," kata seorang pengamat dari UIN Jakarta, Ali Munhanif dalam diskusi Populi Center di Jakarta, Sabtu 10 Juni 2017.
 
Jika memang Rusia atau China memilih untuk mendukung Qatar, dinilai dukungan tersebut tidak akan secara terang-terangan ditunjukkan. 
 
"Seluruhnya itu kan untuk kepentingan keamanan strategis nasional negara-negara masing dan meningkatkan ekonomi masing-masing. Misalnya Rusia dan China dukung Qatar ya lewat Iran atau Turki," ungkap dia.
China Akan Condong ke Arab Saudi Dibanding ke Qatar
Pengamat dari UIN Jakarta, Ali Munhanif (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).
 
Sementara, Turki dengan gamblang mendukung Qatar di mana Turki mengeluarkan pernyataan akan mengirim pasukan ke Qatar jika keadaan memburuk.
 
"Ini balasan Turki untuk Qatar karena saat krisis kudeta Turki, Qatar sangat mendukung Erdogan (Perdana Menteri Turki)," ucap dia.
 
Sementara, pengamat Timur Tengah dari LIPI, Hamdan Basyar berpendapat bahwa Tiongkok akan lebih condong dan berpihak kepada Arab Saudi karena faktor ekonomi.
 
"Di samping itu, dengan adanya konflik ini, sebenarnya Amerika Serikat juga diuntungkan. Arab Saudi masih di bawah kekuasaan Amerika serta pengaruh Amerika di Teluk itu masih besar," pungkasnya.
 
Arab Saudi bersama sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutus hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin 5 Juni. Mereka menuduh Qatar mendukung gerakan ekstremisme dan terorisme.
 
Sikap Arab Saudi ini kemudian diikuti oleh negara lain seperti Libya, Yaman, Maladewa, Mauritius. Tuduhan mendukung ekstremisme tersebut dibantah keras oleh Pemerintah Qatar.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan