Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

50 Anak Diselamatkan setelah Polisi Temukan Situs Pedofil

Internasional pedofilia
Arpan Rahman • 23 Mei 2019 18:28
Bangkok: Badan kepolisian internasional Interpol mengatakan pada Kamis bahwa sembilan orang sudah ditangkap di Thailand, Australia, dan Amerika Serikat (AS). Selain itu, 50 anak-anak berhasil diselamatkan setelah penyelidik membongkar jejaring pedofilia daring.
 
Penangkapan lebih banyak diperkirakan terjadi ketika polisi di hampir 60 negara melakukan investigasi yang bersumber dari operasi Interpol yang diluncurkan dua tahun lalu ke situs "web gelap" tersembunyi dengan 63.000 pengguna di seluruh dunia.
 
Lima puluh anak-anak diselamatkan setelah penangkapan. Polisi berupaya mengidentifikasi 100 gambar tambahan yang kadung dibagikan di jejaring internet yang belum dipetakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Interpol katakan bahwa Operasi Blackwrist dimulai setelah ditemukan materi yang dilacak kembali ke situs berbasis langganan di web gelap, di mana orang dapat menggunakan perangkat lunak terenkripsi buat bersembunyi di balik lapisan kerahasiaan.
 
Situs web gelap tidak dapat ditemukan melalui mesin pencari, dan pengguna harus memiliki alamat URL khusus untuk menjangkau sebuah situs.
 
Interpol minta bantuan dari agen-agen nasional di seluruh dunia, departemen Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS (HSI) akhirnya melacak alamat IP situs tersebut, tempat foto, dan video baru dipasang setiap pekan.
 
Penangkapan pertama terjadi pada awal 2018, ketika administrator utama situs itu, Montri Salangam, ditahan di Thailand, dan admin lainnya, Ruecha Tokputza, ditangkap di Australia.
 
Mimpi terburuk anak-anak
 
Salangam, yang korbannya termasuk salah satu keponakannya sendiri, dijatuhi hukuman pada Juni selama 146 tahun penjara oleh pengadilan Thailand. Sementara seorang mitra, guru pra-sekolah, dihukum 36 tahun.
 
Tokputza dijatuhi hukuman penjara 40 tahun pada persidangannya di Australia Jumat lalu, pelanggaran terpanjang yang pernah dilakukan dalam kasus seks anak di negara itu.
 
Dilaporkan bahwa Tokputza, 31, mengaku bersalah atas 50 tuduhan pelecehan terhadap 11 bayi dan anak-anak -- yang baru berusia 15 bulan-- antara 2011 dan 2018.
 
"Anda adalah mimpi terburuk seorang anak, Anda adalah kengerian setiap orangtua, Anda adalah ancaman bagi masyarakat," kata Hakim Liesl Chapman di Adelaide, disitir dari laman AFP, Kamis 23 Mei 2019.
 
Interpol tidak mengidentifikasi tersangka lainnya yang ditangkap. Atase regional HSI di Bangkok, Eric McLoughlin, berkata dalam pernyataannya bahwa "banyak penangkapan" telah dilakukan di AS. Beberapa pelaku memiliki "posisi kepercayaan publik," katanya, dan seorang individu melecehkan saudara tirinya yang berusia dua tahun.
 
"Operasi Blackwrist mengirim pesan yang jelas kepada anak-anak yang dirundung itu, memproduksi materi eksploitasi seksual anak dan membagikan gambar secara daring: Kami melihat Anda, dan Anda akan dibawa ke pengadilan," kata Sekretaris Jenderal Interpol, Juergen Stock.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif