Doa bersama warga Sri Lanka di depan gereja sasaran bom, sebulan lalu. (Foto: AFP)
Doa bersama warga Sri Lanka di depan gereja sasaran bom, sebulan lalu. (Foto: AFP)

Kenang Korban Pengeboman, Warga Sri Lanka Gelar Doa Bersama

Internasional Ledakan Sri Lanka
Sonya Michaella • 22 Mei 2019 08:17
Kolombo: Umat Katolik di Sri Lanka menggelar doa bersama dan penyalaan lilin di depan Gereja Santo Antoni Shrine yang menjadi sasaran pengeboman pada Minggu Paskah, 21 April lalu.
 
Seorang warga Sri Lanka bernama Gloria mengenang ayahnya yang tewas dalam pengeboman tersebut. Ia mengaku, rekaman situasi saat serangan tersebut muncul kembali.
 
"Saya tidak ingin ke sini, tetapi saya, ibu, dan kakak saya ingin mendoakan ayah saya yang menjadi korban di gereja ini," kata Gloria, dikutip dari AFP, Rabu 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai dibom, kini Gereja Santo Antoni Shrine sedang direnovasi. Tembok dibangun kembali dan dicat warna putih. Sementara itu, polisi tetap berjaga-jaga di gereja tersebut dan gereja lainnya di ibu kota.
 
Penjagaan ketat juga dilakukan terhadap sekolah-sekolah Katolik yang rencananya kembali dibuka pekan ini. Meski demikian, para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama diperbolehkan untuk tidak memakai seragam ke sekolah.
 
Otoritas Sri Lanka mengklaim telah menangkap semua tersangka pelaku pengeboman. Sebelumnya, Sri Lanka menuduh dua grup militan lokal -- National Thowheed Jamath (NTJ) and Jamathei Millathu Ibraheem -- sebagai dalang di balik ledakan.
 
Namun, kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman yang menewaskan sekitar 258 orang ini.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif