Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. Foto: Medcom.id/Misbahol Munir
Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen. Foto: Medcom.id/Misbahol Munir

Presiden Taiwan dan Aktivis Perempuan Dunia Bahas Kekerasan pada Perempuan

Internasional antikekerasan seksual
Misbahol Munir • 06 November 2019 01:22
Taiwan:Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen dan ribuan aktivis perempuan dunia membahas kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan. Pembahasan tersebut dilakukan dalam Konferensi Dunia ke-4 tentang Perlindungan Perempuan (The 4th World Conference of Women's Shelters-4WCWS), di Kaohsiung Exhibition Center, Kaohsiung, Taiwan Selatan.
 
Konferensi dunia ini diselenggarakan oleh Jaringan Global Perlindungan Perempuan (Global Network of Women's Shelters-GNWS) dan dipandu Yayasan Garden of Hope Taiwan. Ini adalah pertemuan global terbesar dan paling beragam tentang layanan perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan.
 
"Ini adalah pertama kalinya konferensi diadakan di Asia," kata Tsai saat memberi sambutan pada acara 4WCWS, Selasa, 5 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara itu, kata Tsai, tidak hanya mengangkat Taiwan di kancah internasional. Tapi juga menyoroti ihwal perlindungan hak asasi manusia (HAM) secara komprehensif. Termasuk menghapus pembatasan dan diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja.
 
Tsai juga mengucapkan terima kasih kepada beberapa organisasi nirlaba di Taiwan karena berperan penting dalam mempromosikan HAM.
 
"Melindungi hak asasi manusia (HAM), seperti demokratisasi, adalah proyek berkelanjutan dan terus menerus. Jika kita terus bekerja bersama, kita bisa membuat Taiwan lebih adil," kata dia.
 
Selain itu, Tsai juga memuji para pembela hak-hak perempuan yang tak kenal lelah dan berkontribusi besar dalam memperjuangkan perlindungan terhadap perempuan. Dia yakin dalam kempemimpinannya bisa membantu menjadikan dunia tempat yang lebih baik.
 
Acara yang digelar mulai Selasa-Jumat, 5-8 November 2019 ini membahas lima isu utama dalam tujuh sesi pleno, 63 lokakarya dan 13 acara sampingan. Topik pembahasan termasuk masalah-masalah yang muncul saat ini.
 
"Ini mencerminkan masalah-masalah utama yang dihadapi saat ini, baik komunitas penampungan dan gerakan yang lebih luas untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan," katanya.
 
Selain Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen, hadir pula Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chen Shih-Chung. Ada pula sejumlah tokoh dunia seperti, aktris asal Meksiko sekaligus Duta Besar UNESCO Yalitza Aparicio, penulis Vagina Monolog Eve Ensler, salah satu pendiri Yayasan City of Joy Christine Schuler Deschryver, dan jurnalis Jepang sekaligus penulis Black Box Ito Shiori.
 
Hadir pula Pelapor Khusus PBB tentang Kekerasan terhadap Perempuan Rashida Manjoo, Kepala Kebijakan Keamanan Global Facebook Karuna Nain, anggota parlemen Jepang Mizuho Fukushima, aktivis asal Hong Kong Linda Wong, dan Pemenang Penghargaan Olahraga Olimpiade Wanita Liu Po-Chun.
 

(NUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif