Pasukan Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO kembali ke Tanah Air (Foto: Kemenlu RI).
Pasukan Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO kembali ke Tanah Air (Foto: Kemenlu RI).

Akhiri Tugas, Kontingen Garuda Kizi Pulang dari Kongo

Fajar Nugraha • 24 Januari 2017 15:38
medcom.id, Nairobi: Indonesia berkomitmen untuk aktif dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Salah satu Kontingen Garuda pun baru saja merampungkan tugasnya.
 
Kompi zeni TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Kizi TNI XX-M/MONUSCO pada Senin 23 Januari berangkat dari Republik Demokratik Kongo untuk kembali ke Indonesia setelah satu tahun bertugas.
 
"Selama satu tahun bergabung dalam misi PBB, Konga XX-M berhasil membangun berbagai fasilitas publik di Kota Dungu seperti perbaikan jalan 2 ruas utama dengan total sejauh 101 kilometer di Faradje dan Makalimbo, pembangunan gedung sekolah dan sarana ibadah, perbaikan gedung penjara, perbaikan tiga buah jembatan jalur utama, pembangunan gedung pemuda dan pers Dungu," demikian diungkapkan oleh Letkol Sriyanto, Komandan Satgas Konga Kizi XX-M dalam situs Kemlu.go.id, Senin (23/1/2017).
 
"Guna mendukung operasional misi PBB, Tim Konga XX-M juga melakukan konstruksi landasan pacu bandara Mavivi-Beni, pembuatan hanggar dan helypad di kota Beni, Bunia dan Dungu, berbagai konstruksi korimek PBB, dan sejumlah pekerjaan tambahan lainnya," ucap alumni Akmil 1998 asal Karanganyar tersebut.
 
Kompi zeni TNI bertugas di kota Dungu dan Bunia. Dua kota ini merupakan kota kecil di dekat perbatasan antara Republik Demokratik Kongo dengan Sudan Selatan. Kontingen berkekuatan 175 orang tersebut merupakan bagian Pasukan Perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO) yang bertugas di bidang zeni atau konstruksi. 
 
Republik Demokratik Kongo --negara dengan luas wilayah terbesar kedua di benua Afrika--  berpenduduk sekitar 80 juta jiwa. Sejak merdeka pada 1960, negeri yang yang dulu dikenal dengan nama Zaire dan sangat kaya dengan sumber daya alam tersebut terus dirundung kekerasan dan konflik internal.
 
"Selama bertugas, Konga Kizi XX-M berhasil meraih penghargaan sebagai kontingen zeni terbaik di Republik Demokratik Kongo," tutur Letkol Sriyanto. 
 
Penghargaan diserahkan pada bulan Mei 2016 di kota Bukavu, Kongo dalam acara 'Biannual Integrated Engineering Conference'. Acara yang diselenggarakan oleh Markas Besar Pasukan Teknik MONUSCO ini diikuti oleh kompi teknik dari lima negara yaitu Tiongkok, Afrika Selatan, Uruguay, Nepal dan Bangladesh.
 
 
Menjelang kepulangan, Kontingen Garuda menerima medali PBB sebagai penghargaan atas kontribusinya dalam misi PBB di Republik Demokratik Kongo. Prosesi penyerahan medali atau "Medal Parade" dilaksanakan pada hari Selasa minggu lalu (10/1/2017) di markas Kontingen Garuda kota Dungu, RD Kongo.
 
Kontingen Indonesia juga mendapatkan surat penghargaan dari pemerintah RD Kongo dan pimpinan militer misi perdamaian PBB MONUSCO. Kontingen Indonesia juga menerima human right medal dari pemerintah provinsi Haut-Uele, RD Kongo. Medali dan surat apresiasi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas kontribusi Konga XX-M yang besar dalam misi MONUSCO dan dalam pembangunan infrastruktur di provinsi Haut-Uele.
 
Prosesi dimeriahkan dengan berbagai atraksi oleh prajurit TNI seperti kolone senapan, beladiri militer, tari Kecak Bali dan tari Mambesak Papua. Tarian tersebut ditujukan untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada para pejabat MONUSCO di kota Dungu.
 
"Saya sangat suka acara ini. Sedikit parade militer, sedikit beladiri yang menghentakkan napas, sedikit atraksi kebudayaan, dan sedikit pertunjukan musik oleh orang Kongo yang menyanyikan lagu-lagu Indonesia," kata Alexandra, Kepala Kantor MONUSCO kota Dungu sambil menikmati berbagai atraksi tersebut.
 
"Semua atraksi dikemas dengan rapi sehingga kami sangat menikmatinya. Walaupun saya belum pernah ke Indonesia, saya sudah mendengar bahwa Indonesia kaya akan budaya. Setelah mengikuti acara ini, sepertinya saya perlu mengambil cuti  untuk berkunjung ke Indonesia bersama keluarga", lanjut pejabat MONUSCO asal Itali tersebut.    
 
Pada kesempatan lain, Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Kongo yang berkedudukan di Nairobi menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kontribusi Konga XX-M dalam misi PBB di RD Kongo. 
 
"Konga Kizi TNI XX-M telah dengan aktif ikut memperkenalkan dan mempromosikan Indonesia kepada masyarakat setempat di RD Kongo," tutup Dubes Soehardjono Sastromihardjo.
 
 
Indonesia menargetkan untuk mengirimkan pasukan perdamaian hingga 4.000 personel hingga 2019. Hal ini merupakan bentuk nyata keterlibatan Indonesia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan