"Tiap tahun adanya perayaan UN Day tersebut kami harap ada peningkatan kerja sama antara PBB dan Indonesia dalam konteks partnership kerja sama kemitraan dan hubungan," ujar Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Hasan Kleib ketika ditemui di Kemenlu, Jakarta, Senin (24/10/2016).
Ia mengungkapkan Indonesia juga selalu merayakan UN Day pada setiap tahunnya.. "Ini kan merupakan salah satu kontribusi kita ke PBB, dengan merayakannya bersama perwakilan-perwakilan PBB, khususnya di Jakarta," lanjutnya.
Tema perayaan UN Day kali ini adalah Sustainable Development Goals (SDGs), tambah Hasan, karena tahun ini adalah kali pertama pelaksanaan SDGs untuk 15 tahun ke depannya dengan agenda inklusif dan komperehensif, yang juga memuat pilar-pilar pembangunan berkelanjutan.
"Ke depannya akan ada kerja sama yang lebih erat lagi dengan 24 perwakilan PBB di Indonesia. We close tight together with UN," tegas Hasan lagi.
Ketika ditanya mengenai Antonio Guterres, Hasan mengungkapkan Indonesia menyambut baik jabatan baru pria asal Portugal itu sebagai Sekjen PBB menggantikan Ban Ki-moon
"Tentu kita sambut baik. Ini pertama kalinya pemilihan sekjen PBB terbuka, transparan dan inklusif. Calonnya sendiri ada 12, mereka memaparkan di UNGA kemarin, lalu masuk ke Dewan Keamanan, kemudian Dewan Keamanan merekomendasi," tutur Hasan.
Selanjutnya, 12 calon sekjen tersebut dipangkas menjadi sembilan, lalu delapan sampai tersisa satu. DK PBB kemudian memutuskan untuk merekomendasi Antonio Guterres untuk menggantikan Ki-moon.
"Memang sejak awal ia yang kelihatan menguasai PBB. Sebab, beliau selama 10 tahun menjadi Komisioner tinggi di UN Refugees. Jadi, kita sangat sambut baik," pungkas Hassan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News