Usai Banjir dan Longsor, Gelombang Panas Landa Jepang
Petugas membersihkan puing dari area terdampak banjir di Kurashiki, prefektur Okayama, Jepang, 14 Juli 2018. (Foto: AFP/JIJI PRESS)
Tokyo: Satu pekan setelah dilanda banjir dan longsor yang menewaskan lebih dari 200 orang, beberapa daerah di Jepang barat dilanda gelombang panas. 

Fenomena alam tersebut menghambat upaya pembersihan material pascabencana oleh korban selamat dan relawan.

Tim penyelamat masih menggali puing-puing bangunan untuk mencari korban yang belum ditemukan, setelah bencana terburuk melanda Jepang sejak tiga dekade terakhir. 


Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Jepang mencapai 219 orang, dan diperkirakan akan terus meningkat. Saat ini setidaknya 21 orang masih dinyatakan hilang. 

Sementara gelombang panas yang baru datang meningkatkan suhu udara hingga 35 derajat Celcius.

Sekitar 4.700 korban selamat dipaksa mengungsi dari daerah bencana, di mana rumah-rumah hancur menjadi puing akibat banjir dan tanah longsor. Sejumlah korban selamat memilih tetap tinggal di tempat penampungan tanpa cukup pasokan air bersih.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengingatkan para korban, relawan dan 64.000 pekerja penyelamat lainnya di zona bencana mengenai bahaya dari gelombang panas.

"Kami beroperasi dalam kondisi sulit, dengan gelombang panas di wilayah ini," kata juru bicara departemen manajemen bencana di Prefektur Okayama, Koji Kunitomi, seperti dikutip dari AFP, Senin 16 Juli 2018.

Cuaca musim panas yang terik telah menyapu seluruh Jepang dalam beberapa hari terakhir. Suhu udara melonjak hanya beberapa hari setelah curah hujan di Jepang sempat memecahkan rekor. 

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa cuaca akan menjadi "lebih parah" dari biasanya, dengan suhu mencapai 36.8 derajat Celcius pada Senin ini di Okayama. Suhu di beberapa kota lain berkisar 31 derajat Celcius.

Pada Minggu 15 Juli, media setempat melaporkan tiga orang meninggal dan lebih dari 2.000 orang di beberapa wilayah Jepang dikirim ke rumah sakit akibat serangan panas.

 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id