Sebagian besar dari korban tewas berasal dari kalangan Adivasi yang merupakan sebuah suku yang bermukim di Distrik Sonitpur dan Kokrajhar.
"Pembunuhan ini terjadi dalam lima serangan terkoordinasi pada Selasa (23/12/2014)," ujar Inspektur Polisi wilayah Guwahati, Hridayananda Das, seperti dikutip AFP, Rabu (24/12/2014).
Kaum Adivasi yang tewas, pada umumnya bekerja perkebunan teh yang berada di wilayah itu. Menteri Wilayah Assam Tarun Gogoi mengatakan, salah satu faksi dari the National Democratic Front of Bodoland, berada di balik pembantaian ini.
Adivasi yang bermigrasi ke Assam lebih dari 100 tahun lalu, menjadi target serangan pemberontak Bodo selama beberapa tahun tersebut. Selain itu, warga Muslim setempat juga menjadi incaran untuk diserang.
Permasalahan dari penyerangan ini umumnya terkait dengan perebutan lahan dan pekerjaan. Pemberontak Bodoland sendiri sudah melakukan pemberontakannya sejak dekade lalu.
Mereka melakukan perlawanan demo membela apa yang dianggapnya sebagai tanah kelahiran etnis Bodo. Etnis Bodo sendiri adalah suku pedalaman yang jumlahnya mencapai 10 persen dari populasi Assam yang berjumlah 33 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News