Rina Vor, salah satu warga lokal, mengaku bersyukur ia dan keempat anaknya dapat selamat dari penembakan. Pada saat kejadian, dia dan ratusan orang lainnya berlindung di sebuah gereja.
"Tidak akan ada perayaan Natal bagi kami," ucap Rina sambil menangis, seperti dikutip Associated Press.
Hingga hari ini, pemerintah setempat masih memberlakukan aturan jam malam. SN Singh, seorang polisi, melaporkan tidak adanya aksi kekerasan lanjutan setelah peristiwa berdarah Selasa kemarin.
Militan Bodo selama ini menuntut untuk melepaskan diri dari India. Kaum Adivasi yang tewas dibunuh Bodo pada umumnya bekerja perkebunan teh yang berada di wilayah itu.
Menteri Wilayah Assam Tarun Gogoi mengatakan, salah satu faksi dari the National Democratic Front of Bodoland, berada di balik pembantaian ini.
Adivasi yang bermigrasi ke Assam lebih dari 100 tahun lalu, menjadi target serangan pemberontak Bodo selama beberapa tahun tersebut. Selain itu, warga Muslim setempat juga menjadi incaran untuk diserang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News