Tony Abbott saat hendak dilantik sebagai PM Australia pada 2013 - AFP / Saeed KHAN
Tony Abbott saat hendak dilantik sebagai PM Australia pada 2013 - AFP / Saeed KHAN

​Dikecam Soal Aborigin, PM Australia Sebut Dirinya Realistis

Willy Haryono • 11 Maret 2015 13:26
medcom.id, Australia: Gelombang kritik menerpa Perdana Menteri Tony Abbott setelah dirinya menyebut kehidupan suku asli Australia, Aborigin, hanyalah pilihan gaya hidup. Ia mendukung rencana penutupan 100 komunitas Aborigin di masa mendatang. 
 
Abbott membela diri, dan mengatakan aksinya dilakukan untuk meningkatkan kualitas serta taraf hidup Aborigin. 
 
"Jika Anda atau saya memilih tinggal di tempat yang sangat terpencil, hingga sejauh apa pemerintah dapat mensubsidi segala kebutuhan kita?" tanya dia di Canberra, seperti dilansir AFP, Rabu (11/3/2015). 

"Sangat sulit bagi anak-anak di wilayah terpencil untuk bersekolah. Mengirim guru ke sana pun merupakan perkara tak mudah," sambung dia. 
 
"Bagi orang dewasa, sangat sulit mendapatkan pekerjaan karena tidak ada lapangan pekerjaan dalam radius ratusan kilometer. Untuk itulah, kita semua seharusnya lebih realistis," tegas Abbott. 
 
Tahun lalu, Abbott menghabiskan satu pekan menjalankan pemerintahan dari wilayah terpencil Aborigin. Abbott berencana melakukannya lagi tahun ini. 
 
Rold de Heer, pembuat film ternama yang banyak membuat dokumenter suku pedalaman, menyebut komentar Abbott sebagai sesuatu yang "tidak pantas sehingga patut ditertawakan".
 
"Komentar Abbott menunjukkan bahwa dia tidak berhak lagi menjadi perdana menteri Australia," tutur De Heer. 
 
Aborigin diyakini berjumlah sekitar satu juta orang di masa kedatangan Inggris pada 1788. Namun saat ini, jumlahnya menyusut drastis menjadi 470 ribu dari total 23 juta warga Australia. 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan