Demo Anti-Pemerintah, Otoritas Iran Tangkap 3.700 Orang
Demo besar-besaran Iran yang terjadi pada 5 Januari 2018 lalu. (Foto: AFP)
Teheran: Sekitar 3.700 orang dilaporkan telah ditangkap otoritas Iran terkait gelombang protes anti-pemerintah dan kerusuhan yang mencengkeram negara tersebut.

Anggota parlemen Iran, Mahmoud Sadeghi mengumumkan angka resmi yang dinilai sangat tinggi. Sebelumnya, dilaporkan 1.000 orang telah ditangkap di pekan lalu. 

"Pasukan keamanan dan intelijen sudah menahan para pemrotes, saya bisa pastikan sekitar 3.700 orang ditangkap," kata Sadeghi.


Dilansir dari Aljazeera, Rabu 10 Januari 2018, kerusuhan yang telah terjadi sejak 28 Desember 2017 ini telah menyebar ke lebih dari 80 kota di Iran.

Mereka menyuarakan kemarahan kepada pemerintah terkait korupsi, pengangguran, dan kesenjangan mendalam antara orang kaya dan orang miskin dalam demonstrasi terbesar sejak 2009 ini.

Protes bermula dari Kota Masyhad, kota terbesar kedua di Iran pada 28 Desember lalu. Pihak Iran menuduh Amerika Serikat, Israel dan Arab Saudi ada di balik demo besar-besaran ini.

Saat awal demo pecah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendukung demonstrasi tersebut untuk mengubah sistem pemerintahan Iran yang dinilainya sangat represif dan banyak melakukan korupsi.

Demo tersebut telah menewaskan sekitar 21 orang termasuk polisi dan disebut-sebut sebagai protes anti-pemerintah terbesar melebihi Revolusi Hijau 2009 lalu.

Hingga saat ini, Pemerintah Iran pun masih membatasi akses masyarakat ke media sosial seperti Instagram dan Telegram sebagai tindakan pengamanan.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id