PBB Periksa Catatan HAM Tiongkok Terkait Uighur
Minoritas Uighur yang tinggal di Xinjiang. (Foto; AFP)
Beijing: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memeriksa catatan hak asasi manusia Tiongkok, kemarin. Pemeriksaan berfokus pada perlakuan pemerintah terhadap etnis minoritas di Tiongkok, yakni Uighur.

Pemeriksaan yang biasa disebut universal periodic review (UPR) ini berlangsung setiap lima tahun untuk masing-masing negara anggota PBB. 

Dilansir dari Guardian, Rabu 7 November 2018, disebut-sebut ada kritik untuk pemerintahan Presiden Xi Jinping di mana kondisi HAM menurun drastis di masa jabatannya.


Sementara itu, ada laporan yang dirilis oleh lembaga think tank Amerika Serikat Jamestown Foundation tentang anggaran pemerintah Tiongkok yang menunjukkan ada pengeluaran untuk pembangunan di Xinjiang, wilayah yang didiami Uighur. 

Baca: HRW Tuding Tiongkok Tahan Jutaan Minoritas Uighur

Hingga saat ini, tudingan Tiongkok menahan sekitar satu juta Uighur masih berhembus kencang. Mereka ditempatkan di dalam kamp rahasia di Xinjiang, di mana mereka menjalani 'pendidikan politik'.

Muslim Uighur yang mayoritas berasal dari Turki ini ditangkap dan ditahan karena dituduh berhaluan ekstrem, yang salah satu indikasinya adalah pernah mengunjungi satu dari 26 negara yang dianggap sensitif oleh Tiongkok.

Namun, pemerintah Beijing membantah laporan tersebut. Pemerintah menyangkal bahwa mereka bukan dipenjara, melainkan berada di pusat pelatihan kejuruan, salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mobilitas sosial di Xinjiang.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id