Polisi bersiaga di luar gereja St Sebastians Church di Negombo, Sri Lanka, 23 April 2019. (Foto: AFP/ISHARA S. KODIKARA)
Polisi bersiaga di luar gereja St Sebastians Church di Negombo, Sri Lanka, 23 April 2019. (Foto: AFP/ISHARA S. KODIKARA)

Jumlah Korban Tewas Sri Lanka Lampaui 300 Jiwa

Internasional sri lanka Ledakan Sri Lanka
Willy Haryono • 23 April 2019 13:34
Kolombo: Jumlah korban tewas rentetan ledakan di Sri Lanka bertambah mencapai 310 orang. Juru bicara kepolisian Sri Lanka, Ruwan Gunasekera, menyebut tambahan angka ini berasal dari sejumlah korban luka yang kemudian meninggal dunia.
 
"Sekitar 500 orang juga terluka dalam rentetan ledakan," ujar Gunasekera, dikutip dari laman AFP, Selasa 23 April 2019.
 
Selain korban tewas, angka penangkapan dalam investigasi aksi teror ini juga bertambah. Gunasekera mengatakan pihaknya telah menangkap 40 orang yang diduga terkait dengan aksi terorisme, baik secara langsung maupun tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim rangkaian serangan mematikan tersebut. Namun, polisi menyebut kelompok militan lokal National Thowheeth Jama'ath (NTJ) sebagai grup di balik serangan. Sri Lanka juga meyakini NTJ mendapat bantuan dari jaringan teroris internasional.
 
Mengenai pelaku peledakan, kepolisian Sri Lanka mengaku telah mengidentifikasi seorang warga lokal bernama Insan Seelawan.
 
Awalnya, sejumlah media Sri Lanka memberitakan bahwa pelaku bernama Insan Setiawan. Nama 'Setiawan' identik dengan nama warga Indonesia. Namun, Kementerian Luar Negeri RI telah mengklarifikasi kekeliruan tersebut.
 
"KBRI Kolombo telah melakukan komunikasi langsung dengan otoritas keamanan Sri Lanka dan memperoleh bahwa nama yang benar adalah Insan Seelawan, berasal dari Sri Lanka," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal.
 
Dilaporkan, istri Insan juga menjadi salah satu pelaku pengeboman. Istrinya meledakkan bom ketika pasukan keamanan menyerbu rumahnya. Kedua anaknya diketahui berada di dalam rumahnya, namun berhasil selamat.
 
Sementara itu di Tanah Air, Karopenmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan tidak ada WNI yang menjadi korban atas ledakan bom di Sri Lanka. Polisi sudah melakukan koordinasi melalui Kementerian Luar Negeri dan kepolisian Sri Lanka.
 
"Kejadian ledakan bom Sri Lanka sampai dengan hari ini tidak ada WNI," kata Dedi di Mabes Polri.
 
Baca:Polisi Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Bom di Sri Lanka
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif