TKW Dieksekusi, Jokowi Diminta Protes Arab Saudi
Tuti Tursilawati dipeluk sang bunda kala bertemu di Arab Saudi pada April 2018 silam. (Foto: Dok. PWNI dan BHI Kemenlu).
Jakarta: Pemerintah Indonesia diminta untuk melakukan protes kepada Arab Saudi. Amnesty International mengatakan Presiden Joko Widodo harus proaktif memprotes Negeri Petro Dolar tersebut.

"Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah proaktif untuk melayangkan protes kepada pemerintah Arab Saudi yang telah mengeksekusi mati pekerja migran asal Majalengka, Tuti Tursilawati, tanpa pemberitahuan resmi," kata Amnesty International Indonesia dalam pernyataan tertulis, Rabu, 31 Oktober 2018.

Mereka mengatakan langkah Arab Saudi ini menciderai etika diplomasi kedua negara. "Presiden Joko Widodo punya kewenangan untuk memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia meminta klarifikasi dan menyampaikan protes resmi," imbuh Amnesty International.


Mereka menolak penerapan hukuman mati tanpa terkecuali. Menurut Amnesty International, hukuman yang kejam, tidak manusiawi dan merendahkan martabat manusia tersebut jelas melanggar hak untuk hidup yang dijamin Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.

Amnesty International meminta pemerintah Indonesia melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia. Pasalnya, Indonesia merupakan satu dari beberapa negara yang masih menerapkan sistem ini, untuk kejahatan narkoba.

"Tidak logis jika Indonesia meminta negara lain untuk membebaskan warga negaranya dari hukuman mati, sedangkan di dalam negeri sendiri Indonesia masih mempraktekkan hukuman yang kejam dan tidak manusiawi tersebut," ucap Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Tuti Tursilawati merupakan tenaga kerja Indonesia yang dieksekusi pemerintah Arab Saudi pada 29 Oktober 2018 kemarin. Perempuan asal Majalengka tersebut dituding melakukan pembunuhan terhadap ayah majikannya.

Sebelumnya Tuti mengaku dilecehkan oleh majikan dan sang ayah. Dia juga menuturkan diperkosa ketika kabur dari rumah sang majikan.

Tuti dieksekusi mati pada pukul 09.00 pagi pada 29 Oktober 2018 di Thaif. Perwakilan RI di Arab Saudi maupun Kementerian Luar Negeri tidak mendapat notifiksi eksekusinya dari Pemerintah Negeri Petro Dolar tersebut.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id