Pedemo Hong Kong menyanyikan lagu Glory to Hong Kong. (Foto: AFP)
Pedemo Hong Kong menyanyikan lagu Glory to Hong Kong. (Foto: AFP)

Pedemo Ciptakan Lagu untuk Demokrasi Hong Kong

Internasional Protes Hong Kong
Sonya Michaella • 12 September 2019 11:47
Hong Kong: Sebuah lagu baru yang menentang pemerintah diciptakan oleh komposer anonim dan dijadikan lagu tema demonstrasi di Hong Kong, baru-baru ini.
 
Dilansir dari AFP, Kamis 12 September 2019, lagu dengan judul 'Glory to Hong Kong' ini pertama kali dirilis di YouTube pada 31 Agustus 2019 dan dengan cepat dilihat oleh ratusan ribu akun.
 
Dalam waktu kurang dari dua pekan, video ini telah dilihat 1,3 juta akun. Tak hanya itu, versi parodinya pun diunggah dengan menampilkan para pedemo memakai baju hitam dan masker anti-gas air mata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pedemo pun masih kerap berkumpul di pusat kota. Demo ini telah memasuki bulan ketiga dan belum ada keinginan dari rakyat untuk menghentikan aks.
 
Lagu ini seketika menjadi lagu tema yang dinyanyikan para pedemo ketika menjalankan aksinya.
 
Gelombang protes di Hong Kong awalnya dipicu penolakan atas Rancangan Undang-Undang Ekstradisi. Unjuk rasa tetap berlanjut meski pemimpin Carrie Lam telah menarik sepenuhnya RUU Ekstradisi.
 
Demonstran kini menyerukan penegakan demokrasi, yang dinilai sudah semakin terkikis oleh intervensi Tiongkok.
 
Pekan lalu, ribuan pedemo beramai-ramai bergerak ke Konsulat AS. Mereka meminta Kongres AS di Washington untuk meloloskan UU berisi dukungan terhadap gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.
 
UU tersebut berpotensi mengancam hubungan perdagangan khusus antara AS dan Hong Kong. Carrie Lam menilai segala bentuk perubahan kerja sama ekonomi berpotensi merugikan kedua belah pihak.
 
Meski politisi dari dua partai di AS telah mengekspresikan dukungan terhadap gerakan pro-demokrasi di Hong Kong, pemerintah pusat di bawah Presiden Donald Trump tidak terlalu vokal. Trump hanya pernah menyerukan resolusi damai krisis Hong Kong dan juga meminta Tiongkok tidak menggunakan kekerasan dalam merespons gerakan massa.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif