Dokter asal Jepang, Tetsu Nakamura (kiri) tewas diserang di Afghanistan. Foto: AFP
Dokter asal Jepang, Tetsu Nakamura (kiri) tewas diserang di Afghanistan. Foto: AFP

Dokter Jepang Tewas dalam Serangan di Afghanistan

Internasional jepang afghanistan
Fajar Nugraha • 04 Desember 2019 16:26
Jalalabad: Seorang dokter diserang oleh kelompok bersenjata di selatan Afghanistan. Serangan di Kota Jalalabad ini turut menewaskan lima orang lainnya.
 
Dokter Tetsu Nakamaru yang mengepalai organisasi medis, Peace Japan Medical Services atau dikenal dengan Peshawar Kai, tewas pada Rabu 4 Desember.
 
“Sangat menyesal, Dokter Nakamura meninggal akibat luka yang diterimanya dalam serangan pagi ini,” ujar Juru Bicara Kantor Gubernur Nangarhar, Attaullah Khogyani, seperti dikutip AFP, Rabu, 4 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Serangan itu terjadi ketika kelompok-kelompok kemanusiaan tetap dalam siaga tinggi hanya beberapa hari setelah seorang pekerja bantuan Amerika untuk PBB tewas dalam pengeboman di Kabul. Selain Nakamura, serangan ini juga menewaskan lima warga Afghanistan.
 
Tetsu Nakamura, menjadi sasaran para pria bersenjata ketika berada di sebuah kendaraan di Jalalabad.
 
"Nakamura sempat menderia luka terluka dan tiga penjaga keamanannya, seorang pengemudi dan seorang rekannya tewas," imbuh Khogyani.
 
Selama ini, Nakamura terkenal di Jepang atas pekerjaan bantuan kemanusiaannya. Lembaga yang ia pimpin sudah beroperasi sejak puluhan tahun lalu.
 
Situs web Peshawar Kai menyatakan bahwa Nakamura memulai pekerjaan bantuan di Peshawar di Pakistan barat laut pada 1984. Dia membuka klinik di desa Nangarhar yang terpencil pada 1991.
 
Organisasi tersebut pada tahun 1998 mendirikan sebuah rumah sakit di Peshawar untuk melayani sebagai basis permanen kelompok untuk program medis di Pakistan dan Afghanistan.
 
Warga Jalalabad, Auzubillah, yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan kepada AFP bahwa dia mendengar suara tembakan sekitar jam 8:00 pagi waktu setempat.
 
"Saya melihat ada orang-orang bersenjata menyerang warga Jepang dan penjaga keamanannya. Lalu orang-orang bersenjata itu meninggalkan daerah itu melalui jalan kecil,” sebut Auzubillah.
 
Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan sebuah truk pickup putih dengan kabin besar. Jendela sampingnya tampaknya telah ditembakkan, dan setidaknya tiga lubang peluru bisa dilihat di kaca depan.
 
Tidak ada grup yang langsung mengklaim bertanggungjawab dalam kejadian ini.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif