Presiden AS Donald Trump saat bertemu Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam. (Foto: AFP).
Presiden AS Donald Trump saat bertemu Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam. (Foto: AFP).

Korsel Serukan Kim Jong-un dan Trump Kembali Bertemu

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Arpan Rahman • 19 Juni 2019 20:08
Seoul: Menteri Unifikasi Korea Selatan Kim Yeon-chul menyerukan Rabu untuk pertemuan puncak ketiga antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Ia menekankan pentingnya pembicaraan tingkat kerja untuk memastikan pertemuan baru akan mengarah pada langkah-langkah denuklirisasi substansial.
 

Kim membuat pernyataan itu dalam satu diskusi keamanan yang diselenggarakan oleh kementeriannya. Ia mengatakan yakin Korut dan AS sedang mempersiapkan rencana negosiasi baru berdasarkan penilaian mereka atas hasil pertemuan puncak Februari di Hanoi, Vietnam, yang berakhir tanpa kesepakatan.
 
"Sejumlah upaya dan waktu diperlukan untuk mempersempit perbedaan pada masalah teknis, tetapi yang penting adalah dimulainya kembali dialog," kata Kim, disitat dari UPI, Rabu 19 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri mengatakan Korut harus secara jelas menunjukkan komitmennya buat menyelesaikan denuklirisasi dan AS harus membantu Pyongyang memiliki keyakinan bahwa Washington akan menepati janjinya guna membangun hubungan baru dengan Korut.
 
"Sekarang adalah waktu untuk upaya habis-habisan demi memastikan bahwa pertemuan puncak ketiga antara Korut dan AS akan mengarah pada denuklirisasi praktis dan proses perdamaian," kata menteri itu dalam pidato utama.
 
Mengacu pada serangkaian KTT antar-pemain regional yang dijadwalkan akan dimulai akhir pekan ini, menteri mengatakan, "tujuan terpenting dari semua KTT ini adalah menciptakan prakondisi untuk KTT Korut-AS yang sukses."
 
Presiden Tiongkok Xi Jinping direncanakan mengunjungi Korut pada Kamis dan Jumat menjelang pertemuannya dengan Trump di sela-sela KTT Kelompok G-20 di Osaka Jepang pekan depan. Trump juga akan mengunjungi Seoul pada akhir bulan untuk pembicaraan dengan Presiden Korsel Moon Jae-in.
 
Sementara mengaitkan kemajuan tahun lalu dalam pembicaraan denuklirisasi dengan apa yang disebut diplomasi top-down antara para pemimpin, menteri juga menyoroti perlunya negosiasi tingkat kerja untuk KTT yang berhasil.
 
"Pendekatan top-down memiliki kelebihan," katanya. "Saya pikir kita harus mengambil keuntungan dari diplomasi top-down seperti itu dan melakukan pembicaraan tingkat kerja di berbagai tingkat pada saat yang sama untuk mempersempit perbedaan."
 
KTT Hanoi antara Trump dan Kim pada Februari tiba-tiba berakhir tanpa kesepakatan karena kedua pihak gagal menemukan titik temu atas ruang lingkup langkah-langkah denuklirisasi Pyongyang dan bantuan sanksi Washington.
 
Beberapa pengamat menghubungkan kegagalan KTT dengan kurangnya diskusi antara pejabat tingkat kerja kedua negara tentang apa yang bisa disepakati oleh para pemimpin mereka di KTT.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif