Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan (kiri) berbicara dengan para pelajar RI yang baru pulang ke Tanah Air dari Negeri Paman Sam di Jakarta, Minggu 16 Juni 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)
Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan (kiri) berbicara dengan para pelajar RI yang baru pulang ke Tanah Air dari Negeri Paman Sam di Jakarta, Minggu 16 Juni 2019. (Foto: Medcom.id/Sonya Michaella)

Dubes AS: Anak Muda Berperan Untuk Kemajuan Negara

Internasional indonesia-as
Sonya Michaella • 16 Juni 2019 13:28
Jakarta: Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menjalin hubungan baik sejak lama. Selain di level pemerintah, hubungan Indonesia dan AS juga begitu kuat di kalangan sesama warga.
 
Salah satu bentuk kedekatan kedua negara di level people to people (P2P) adalah terus digelarnya program beasiswa pendidikan YES yang didanai pemerintah AS untuk pelajar Indonesia. Selama satu tahun, para pelajar Indonesia tinggal di AS bersama host family untuk bertukar kultur dan budaya.
 
"Hubungan AS-Indonesia sangat penting bagi kami, dan kami ingin mendukung Indonesia untuk sukses. Anak muda berperan besar dalam kemajuan negara," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan di kediamannya kawasan Menteng, Jakarta, Minggu 16 Juni 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak hanya harus bertahan di situasi yang baru, tetapi pelajar Indonesia juga mengenalkan budaya dan kultur kepada warga AS. Inilah sebabnya kami terus menyediakan beasiswa ini," lanjutnya.
 
Ia menambahkan, "kekuatan hubungan masyarakat kita adalah kontak antarmasyarakat yang saling memahami, bertukar pengetahuan, dan pandangan."
 
Menyambut 88 pelajar Indonesia yang baru saja kembali ke Tanah Air setelah satu tahun tinggal di AS, Dubes Donovan berharap para alumni dapat menyerap pelajaran berharga dari Negeri Paman Sam.
 
"Para peserta mendapatkan pengalaman berharga, mengetahui mengenai kelemahan dan kekuatan AS. Melalui mereka, masyarakat AS juga lebih mengenal Indonesia," ujar dia.
 
Menurut Dubes Donovan, mengenal satu sama lain antar warga dua negara juga dapat meminimalisasi intoleransi dan bibit ekstremisme.
 
"Cara terbaik untuk melawan intoleransi dan ekstremisme adalah dengan belajar satu sama lain dan mengerti satu sama lain," ungkapnya.
 
Baca:Tembus Beasiswa ke AS Harus Kantongi Score TOEFL 600

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif