Pemutusan diplomatik dengan Qatar ini diawali dengan Arab Saudi, lalu Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir dan diikuti oleh Yaman, Libya, serta Maladewa.
"Indonesia menekankan kembali semua negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing-masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain," kata Arrmanatha kepada Metrotvnews.com, Selasa 6 Juni 2017.
Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah dalam memerangi terorisme dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan serta global.
"Indonesia dengan prihatin mengikuti secara dekat perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini," lanjut dia lagi.
Pemutusan hubungan diplomatik ini dilandasi alasan bahwa Qatar mendukung kegiatan terorisme dan juga agenda-agenda Iran, di mana Iran merupakan musuh dari negara-negara Arab.
Mengutip seorang pejabat anonim Arab Saudi, kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa kerajaan memutuskan mengakhiri hubungan diplomatik dan konsuler dengan Qatar dalam rangka "menegakkan hak kedaulatan negara yang dijamin hukum internasional serta melindungi keamanan nasional dari bahaya terorisme dan ekstremisme."
Seluruh hubungan darat dan udara Arab Saudi diputus dengan Yaman, dan "negara-negara sahabat lain disarankan untuk melakukan hal serupa."
Sementara, Qatar menyebut bahwa tuduhan dari Arab Saudi ini mengada-ada dan tak berdasar. Di sisi lain, Iran menuding Amerika Serikat-lah yang mempengaruhi Arab Saudi untuk memutus hubungan dengan Qatar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id