Korban Topan Mangkhut kembali Bertambah, Capai Angka 74
Petugas mencari korban hilang di tengah material longsor di kota Itogon, Filipina, 18 September 2018. (Foto: AFP/TED ALJIBE)
Luzon: Jumlah korban tewas akibat Topan Mangkhut di Filipina kembali bertambah menjadi 74 orang, Selasa 18 September 2018. Mangkhut disebut-sebut sebagai badai terkuat di dunia tahun ini.

Petugas gabungan berusaha keras mencari korban hilang, yang diduga terkubur tanah longsor di beberapa lokasi. Sebagian petugas bahkan menggunakan tangan kosong dalam mencari korban di material lumpur dan bebatuan.

Sekitar 40 orang dikhawatirkan terkubur hidup-hidup di Itogon, setelah longsor melanda wilayah tersebut pada Sabtu kemarin.


"Ada kemungkinan 99 persen mereka semua tewas, tapi masih ada satu persen tersisa," ucap Wali Kota Itogon Victorio Palangdan kepada kantor berita AFP.

"Upaya penyelamatan terus dilakukan hingga presiden memerintahkan untuk berhenti," lanjut dia.

Karena tanah longsor menutup berbagai ruas jalan, petugas kesulitan mendatangkan peralatan berat untuk mempercepat pencarian. Alhasil petugas menggunakan peralatan ringan dan tangan kosong dalam mencari korban holang.

Upaya penyelamatan kian sulit karena material longsor mulai mengeras di bawah terik sinar matahari. Petugas menggunakan air untuk mencoba melunakkan tanah.

Wilayah Filipina utara rentan dilanda bencana alam, bahkan sebelum Mangkhut datang menerjang. Wilayah tersebut sudah dilanda hujan deras sejak hampir satu bulan terakhir.

Setelah mengobrak-abrik Filipina, Mangkhut kemudian menerjang Hong Kong dan Tiongkok.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id