NEWSTICKER
Penanganan pendeteksian virus korona di Indonesia. (Foto: AFP).
Penanganan pendeteksian virus korona di Indonesia. (Foto: AFP).

WHO Dorong Indonesia Tingkatkan Pengawasan Korona

Internasional Virus Korona
Marcheilla Ariesta • 10 Februari 2020 11:48
Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginginkan Indonesia meningkatkan pengawasan, deteksi kasus dan persiapan jika suatu saat muncul kasus terkonfirmasi virus Novel Coronavirus (2019-nCoV). Hingga saat ini, belum ada orang yang positif terjangkit virus korona nCoV di Indonesia.
 
Perwakilan WHO di Indonesia, Dr Navaratnasamy Paranietharan, mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah mengambil langkah konkret untuk penanganan kasus korona, termasuk pemeriksaan ketat di perbatasan internasional. Selain itu, Indonesia juga sudah menyiapkan rumah sakit yang ditunjuk untuk menangani kasus-kasus potensial korona.
 
"Indonesia sedang melakukan langkah-langkah untuk menghadapi virus korona baru. Namun, pengawasan dan deteksi kasus aktif korona masih perlu ditingkatkan lagi," kata Paranietharan, dikutip dari Sydney Morning Herald, Senin 10 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan fasilitas kesehatan yang ditunjuk harus memiliki langkah-langkah pengendalian untuk mengatasi kemungkinan melonjaknya jumlah pasien korona, baik itu masih sebatas terduga atau yang sudah positif terjangkit.
 
"Ketersediaan alat tes khusus untuk mengonfirmasi nCoV di Indonesia pekan ini merupakan peningkatan signifikan ke arah yang benar," imbuhnya.
 
Pekan lalu, Sydney Morning Herald dan The Age mengungkapkan Indonesia belum menerima alat tes khusus yang diperlukan untuk mendeteksi virus korona tipe terbaru ini. Sebaliknya, otoritas medis telah mengandalkan tes pan-coronavirus yang secara positif dapat mengidentifikasi semua virus dalam 'keluarga' korona, seperti SARS dan MERS.
 
Tes pan-coronavirus memakan waktu hingga lima hari. Menurut WHO, durasi tersebut cukup lama.
 
"Kami prihatin, Indonesia belum melaporkan satu pun kasus yang dikonfirmasi di negara penduduk hampir 270 juta orang," ungkapnya.
 
Meski demikian, Paranietharan mengatakan dirinya sudah mendapat jaminan dari otoritas Indonesia bahwa pengujian laboratorium telah bekerja baik.
 
Lebih dari 2 juta turis Tiongkok mengunjungi Indonesia pada 2019. Namun, Indonesia menyatakan belum ada satu pun kasus positif terjangkit virus korona.
 
Padahal, negara-negara tetangga, termasuk Australia, Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam, Kamboja dan Filipina, semuanya telah mencatat kasus-kasus baru.
 
Berdasarkan data terbaru Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, kematian akibat virus korona nCoV di Negeri Tirai Bambu kini mencapai 902 orang. Sementara kematian di luar Tiongkok tercatat ada dua, yakni masing-masing satu kasus di Filipina dan Hong Kong.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif