Indonesia Gunakan Indo-Pasifik Sebagai Geopolitik Kolaborasi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membuka Jakarta Geopolitical Forum 2018 di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan di tengah situasi dunia yang tak menentu, Indonesia siap menjadi bagian solusi perdamaian. Karenanya, Indonesia menciptakan konsep Indo-Pasifik untuk kolaborasi geopolitik yang menguntungkan.
 
"Konsep Indonesia tentang Indo-Pasifik menjanjikan win-win geopolitik kolaborasi dengan menyatukan kepentingan individu ke dalam kepentingan bersama, termasuk dalam menciptakan pusat pertumbuhan baru," kata Retno dalam pembukaan Jakarta Geopolitical Forum 2018 di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.
 
Dia mengatakan konsep Indo-Pasifik yang dipilih Indonesia menjadikan ASEAN sebagai pusatnya. Retno menambahkan, yang dilakukan Indonesia adalah membuat konsep di mana menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia.
 
"Dengan menghubungkan antara Samudera Pasifik dan Hindia, yang kita mengharapkan akan terjadi pusat-pusat pertumbuhan baru di Samudera Hindia," tuturnya.
 
Dengan demikian, lanjut Retno, pusat-pusat pertumbuhan tersebut dapat meningkatkan ekonomi baru yang menyejahterakan rakyat, terlebih di Asia Tenggara. Pasalnya, kawasan Asia Tenggara dikelilingi dua samudera tersebut.
 
"Dan kesejahteraan itu pasti akan terkait pada masalah perdamaian dan sebagainya," lanjut dia.
 
Karenanya, kata Retno, Indonesia menawarkan konsep Indo-Pasifik yang transparan, terbuka dan inklusif, serta patuh pada hukum internasional. "Kita ingin mengubah geopolitik kompetisi menjadi kolaborasi," tukasnya.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id