Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha (Foto: AP)
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-ocha (Foto: AP)

Usai Ledakan Bom Beruntun, PM Thailand Tingkatkan Status Keamanan

Sonya Michaella • 12 Agustus 2016 12:20
medcom.id, Bangkok: Usai rangkaian serangan di empat provinsi berbeda di Thailand, Perdana Menteri Prayut Chan-ocha memerintahkan agar peningkatan keamanan di berbagai kota, tujuan wisata, dan ikon negara ditingkatkan segera.
 
"PM telah mengeluarkan peringatan situasi darurat kepada badan-badan terkait di berbagai daerah untuk mencegah insiden pengeboman lainnya, meningkatkan keamanan di daerah ramai, dan menunjuk orang yang bertanggung jawab menangani situasi darurat ini," kata juru bicara pemerintahan, Sansern Kaewkamnerd, seperti dikutip Asian Correspondent, Jumat (12/8/2016).
 
Sejauh ini, tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan. Sansern sendiri mengatakan pihak berwenang belum mengidentifikasi tersangka atau dalang yang terlibat. "Tapi dipastikan, pelaku akan dibawa ke pengadilan," tegasnya.

Rangkaian pengeboman ini bermula pada Kamis tengah malam. Dua bom meledak di kawasan wisata di Hua Hin di mana menewaskan satu orang dan melukai 21 orang lainnya.
 
Di hari yang sama, meledak lagi satu bom di Provinsi Trang dan menewaskan satu orang serta melukai tujuh orang lainnya.
 
Berselang beberapa jam setelahnya, tepatnya Jumat 12 Agustus pagi, bom kembali meledak di resor tepi pantai di Hua Hin dan melukai tiga orang. Bahkan, di pagi yang sama, ada lagi ledakan di Pantai Patong, Phuket, salah satu tujuan paling populer di Thailand.
 
Kepolisian Thailand menyebut kejadian tersebut berkaitan dengan peristiwa politik dalam negeri. Thailand baru saja menggelar referendum untuk mengadopsi konstitusi yang disokong militer.
 
Adapun peristiwa pengeboman tersebut berlangsung di saat menjelang peringatan hari ulang tahun Ratu Sirikit.
 
Pihak pemerintah menegaskan bahwa membela monarki menjadi prioritas mereka, terutama ketika terjadi upaya untuk melengserkan Raja Bhumibol Adulyadej.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan