Bangladesh Tunda Repatriasi Rohingya Hingga 2019
Pengungsi Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh. (Foto: AFP)
Dhaka: Rencana Bangladesh merepatriasi pengungsi Rohingya kembali ke Myanmar ditunda hingga 2019. Repatriasi ini merupakan perjanjian yang dibuat antara Bangladesh dengan Myanmar.

"Program repatriasi dan relokasi akan ditinjau kembali sampai pemilihan umum selesai digelar," kata seorang pejabat tinggi pemerintahan Bangladesh, dikutip dari AFP, Senin 19 November 2018.

Repatriasi yang sedianya dilakukan pada 15 November ditunda. Rencana pemulangan tetap berlaku meski tidak ada satu pun pengungsi Rohingya yang sepakat untuk kembali ke negara bagian Rakhine.  Mereka hanya mau kembali jika tuntutan mereka dikabulkan, yakni keadilan, kewarganegaraan dan desa yang akan mereka tempati benar-benar aman. 


Baca: Tidak Ada Warga Rohingya yang Mau Pulang ke Myanmar

Sementara itu, Komisioner Bantuan dan Repatriasi Pengungsi di Bangladesh Abul Kalam mengatakan, sebuah langkah baru diperlukan untuk melakukan repatriasi.

"Saya percaya Myanmar bisa mengusulkan solusi yang lebih jelas dari sekedar memulangkan Rohingya. Solusi tersebut misalnya pemberian kewarganegaraan," ucap Kalam.

Tak hanya repatriasi ke Myanmar, relokasi Rohingya ke Pulau Bhasan Char juga terpaksa ditunda sampai 2019. Semua keputusan akan repatriasi dan relokasi akan dibuat oleh pemerintahan baru Bangladesh usai pemilu. 

Namun, pembangunan di Bhasan Char dikonfirmasi hampir selesai, mengingat sejumlah pengungsi mau untuk pindah ke pulau tersebut. Peluang untuk hidup di pulau tersebut juga lebih besar seperti memancing dan bertani. 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id