Proses pencarian AirAsia QZ8501 (Foto: AFP)
Proses pencarian AirAsia QZ8501 (Foto: AFP)

Inmarsat: Sistem Pelacak QZ8501 Belum Diperbaharui

Fajar Nugraha • 30 Desember 2014 09:22
medcom.id, Singapura: Meskipun sebagian besar dari pesawat milik AirAsia sudah dilengkapi sistem pelacak terkini, ternyata di pesawat QZ8501 belum diperbaharui.
 
Pihak maskapai AirAsia sejak awal tahun ini, mulai bekerja sama dengan firma satelit komunikasi Inmarsat. Kerja sama ini dimaksudkan untuk melengkapi beberapa armada Airbus A320-nya, dengan satelit komunikasi Inmarsat.
 
Sebelumnya, satelit Inmarsat sudah membantu pencarian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak Maret 2014 lalu. Dari data yang dikumpulkan Inmarsat, pihak berwenang dapat mengetahui bahwa MH370 terbang melenceng dan diperkirakan jatuh di Samudera Hindia.

"Pesawat AirAsia yang hilang (QZ8501) belum dilengkapi teknologi Inmarsat," ujar Wakil Presiden Inmarsat Chris McLaughlin, seperti dikutip ABCNews, Selasa (30/12/2014).
 
Dengan perbaharuan teknologi pelacak itu, memungkinkan pelacakan lokasi pesawat setiap dua menit. Inmarsat pun menyediakan akses kepada jaringan satelit, di mana layanan pelacakan beroperasi.
 
Pencarian hari ketiga dari AirAsia QZ8501 mulai diperluas oleh pihak Basarnas. Pemerintah pun berjanji akan tetap mencari kepastian nasib dari 155 penumpang, sampai waktu yang tidak terbatas.
 
Proses pencarian juga memicu solidaritas dari negara sahabat. Malaysia, Singapura, Australia, dan Korea Selatan (Korsel) sudah mempersiapkan bantuan untuk proses pencarian ini.
 
Bantuan itu berupa kapal dan pesawat SAR. Tawaran bantuan juga datang dari Jepang, Prancis, dan India.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan