Polisi bersiaga di tempat penembakan di Resort World Manila. (Foto: AFP/Getty)
Polisi bersiaga di tempat penembakan di Resort World Manila. (Foto: AFP/Getty)

Penyerang Kasino di Manila adalah Pejudi yang Banyak Berutang

Arpan Rahman • 04 Juni 2017 17:54
medcom.id, Manila: Tersangka tunggal di balik serangan mematikan di sebuah kompleks perbelanjaan dan kasino di Manila adalah seorang warga Filipina yang terlilit utang karena kecanduan judi. 
 
Serangannya menyebabkan puluhan orang tewas. Identitas pelaku diungkapkan kepolisian Filipina, Minggu 4 Juni 2017.
 
Kepala kepolisian Manila Oscar Albayalde mengatakan keluarga dekat pria tersebut mengonfirmasi identitasnya sebagai Jessie Carlos -- ayah dari tiga anak dan mantan pegawai Departemen Keuangan yang berutang lebih dari USD80 ribu.

"ini bukan tindakan terorisme," kata Albayalde dalam sebuah konferensi pers. "Kejadian ini terbatas pada tindakan satu orang saja seperti yang selalu kita camkan."
 
Pihak berwenang sudah berulang kali menepis klaim dari kelompok Islamic State (ISIS) atas serangan Jumat 2 Juni di Resorts World Manila. Penyerangan di Manila tidak ada hubungannya dengan pertempuran aparat keamanan melawan militan terafiliasi ISIS di kota Marawi.
 
Ibu pelaku, Teodora, menangis saat konferensi pers dan meminta pengampunan. "Kami minta maaf. Kami tidak dapat menerima diri kami sendiri bahwa anak saya menjadi seperti ini, dia adalah anak yang sangat baik," katanya. "Dia memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada membunuh orang."
 
"Ada pesan mengenai apa yang terjadi pada anak saya. Seseorang tidak boleh kecanduan berjudi agar keluarga mereka tidak hancur," katanya, seperti dikutip LA Times dari Associated Press, Minggu 4 Juni 2017.
 
Albayalde menyebut bahwa lelaki tersebut telah menjual rumah demi mendapatkan modal untuk kebiasaan judinya. Keluarganya begitu khawatir, sehingga mereka meminta kasino di ibu kota untuk melarangnya bermain sejak 3 April.
 
Pada Sabtu, pihak berwenang merilis rekaman keamanan yang menunjukkan Carlos dengan santai keluar dari taksi tepat selepas tengah malam dan berjalan ke kompleks hiburan dan judi. Tak lama kemudian, dia mengenakan topeng ski hitam, rompi amunisi, dan menarik senapan serbu M4 dari ranselnya.
 
"Sedikitnya 37 pengunjung dan karyawan tewas, sebagian besar karena menghirup asap saat mereka mencoba bersembunyi di salah satu kamar VIP kasino di lantai dua," kata Albayalde. Pria bersenjata tersebut melarikan diri ke hotel sebelah, di mana polisi menuturkan bahwa dia kemudian bunuh diri.
 
Rekaman video memperkuat pernyataan pemerintah bahwa serangan tersebut merupakan usaha perampokan yang gagal oleh seorang pelaku yang tidak memiliki kaitan dengan terorisme.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan