Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: AFP).
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berulangkali diperiksa atas tuduhan korupsi. (Foto: AFP).

Pengadilan Tolak Permintaan Mantan PM Malaysia Hadiri Parlemen

Internasional najib razak
Fajar Nugraha • 01 Juli 2019 13:08
Kuala Lumpur: Pengadilan Tinggi Malaysia menolak permintaan mantan Perdana Menteri Najib Razak untuk tidak hadir di pengadilan demi mengikuti sesi Parlemen.
 
Hakim Pengadilan Tinggi Mohd Nazlan Mohd Ghazali menolak permintaan tersebut setelah mendengar permohonan dari penasihat hukum Najib, Tan Sri Muhammad Shafee Abdullah. Hakim juga mendengar argumen bantahan dari Jaksa Agung Tommy Thomas.
 
Sebelumnya, Shafee telah mengajukan penundaan setelah persidangan Najib yang melibatkan penyalahgunaan dana SRC International Sdn Bhd dilanjutkan pada Senin 1 Juli, Pukul 9.45 pagi. Dia mengatakan kliennya perlu waktu untuk menghadiri Parlemen, yang dimulai lagi pada hari Senin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Klien saya telah didakwa dan sedang diadili, tetapi ia juga memiliki kewajiban untuk menghadiri Parlemen,” ujar Shafee, seperti dikutip The Star, Senin, 1 Juli 2019.
 
"Dia tidak meminta untuk absen selama tiga minggu penuh. Yang dia minta adalah permintaan yang masuk akal untuk menghadiri sesi hari ini dan juga sesi lain ketika RUU tentang penurunan usia pemilih yang memenuhi syarat diajukan," kata Shafee.
 
Thomas mengatakan tidak ada alasan bagi pengadilan untuk mengabulkan permintaan tersebut, karena Najib dapat menghadiri Parlemen setelah pukul 5.00 sore.
 
Persidangan, yang telah ditunda setelah sidang terakhir pada 20 Juni, telah memasuki hari ke 30 dengan 40 saksi penuntut dipanggil ke pengadilan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif