Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru).
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru).

Kedubes China Ingin Indonesia Gencar Promosi Produk

Haifa Salsabila • 31 Januari 2018 01:25
Jakarta: Minister Counsellor Ekonomi dan Perdagangan Kedutaan Besar China untuk Indonesia Wang Liping mengatakan bahwa Indonesia harus gencar mempromosikan produknya kepada masyarakat China. Hal tersebut perlu dilakukan oleh para pengusaha Indonesia agar dapat memperlebar pasar di negara tersebut.
 
"Kalian harus membuat publikasi tentang produk Indonesia yang berkualitas atau orang-orang (konsumen) akan beralih ke produk dari negara lain," kata Wang dalam konferensi pers Pameran Impor Internasional China di Gedung Kedutaan Besar China untuk Indonesia, dilansir Antara Selasa, 30 Januari 2018.
 
Wang menjelaskan, dalam perkembangan informasi dan era digital saat ini, informasi harus masif disebarluaskan untuk mendukung pengenalan produk Indonesia ke China. Maka akan lebih banyak masyarakat China yang mengetahui produk Indonesia yang berkualitas dan menjadikannya pilihan utama bagi mereka di tengah maraknya pilihan produk dari berbagai negara.

"Jika pandai dalam promosi, maka Anda adalah pemenangnya," jelas Wang.
 
Wang mencontohkan bagaimana Indonesia memiliki kopi berkualitas. Namun, Ia berpendapat jika tidak dipasarkan dan dipromosikan dengan masif maka orang lain tidak akan mengetahui keunggulannya dan memilih membeli dari Malaysia atau negara lain.
 
Padahal, menurutnya produk Indonesia juga memiliki banyak keunggulan namun karena masalah promosi yang kurang ditangani dengan baik maka sedikit orang yang tahu tentang dan membeli produk Indonesia. Untuk itu, Wang mengimbau agar pihak Indonesia harus meningkatkan pengenalan produk-produknya di China.
 
Selain masalah promosi, Indonesia juga perlu menjual produk yang bernilai tambah atau siap pakai untuk mendatangkan permintaan pasar yang lebih besar. Hal ini, karena produk olahan atau siap pakai akan memberikan harga yang lebih tinggi dan lebih banyak diminati pasar dibandingkan dengan bahan baku.
 
Ia menuturkan bahwa produk berkualitas Indonesia akan sangat disayangkan jika hanya berupa bahan baku. Untuk itu produk Indonesia harus diolah dengan lebih baik menjadi produk olahan atau siap pakai dengan memanfaatkan teknologi.
 
Dia memberikan contoh warga China meminati produk herbal dan Indonesia memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan produk tersebut.
 
"Jika Indonesia dapat mengolah tumbuhan herbal seperti biji kelor dan tongkat ali menjadi tablet atau minuman, maka semakin banyak pembeli yang menginginkan produk siap pakai tersebut dibandingkan produk herbal yang berbentuk bubuk atau tanaman kering yang harus diseduh atau direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi," beber Wong.
 
Wang kemudian menambahkan, Indonesia dapat saling bertukar informasi dan kebutuhan dengan China. Seperti pada hal mengenai teknologi pengolahan bahan baku menjadi produk siap pakai dan desain produk. 
 
"Dengan demikian, akan terjalin kerja sama kedua pihak yang mana produk yang dihasilkan tidak hanya dapat dijual di China tapi juga di negara-negara lain sehingga mendorong peningkatan perdagangan dan ekonomi," sambung Wang. 
 
Pihaknya berharap pemerintah dan perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan Pameran Impor Internasional China yang pertama di Shanghai pada 5-10 November 2018 untuk mempromosikan barang dan jasa khas Indonesia, sehingga dapat mendorong ekspor Indonesia ke China.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan