Polisi Malaysia Selidiki Agen yang Membawa Adelina
Polisi membawa pelaku pembunuh Adelina Jemirah di Malaysia (Foto: The Star).
Bukit Mertajam: Polisi Malaysia menginterogasi agensi tenaga kerja yang merekrut Adelina Jemirah. Muncul laporan bahwa agen ilegal terlibat mendatangkan Adelina.
 
 
"Pernyataan itu didapatkan dari agensi tenaga kerja yang berbasis di Nibong Tebal," ucap Asisten Komisaris Polisi wilayah Central Seberang Prai, Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid, seperti dikutip The Star, Kamis 15 Februari 2018. 
 
Namun Nik Ros tidak menjelaskan apakah agensi yang diinterogasi ini memiliki izin resmi.
 
Hal ini diutarakan oleh Nik Ros, setelah Deputi Perlindungan BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono menyebutkan bahwa Adelina kemungkinan bekerja secara ilegal di rumah majikannya.
 
Teguh menyebutkan bahwa Adelina bekerja di Malaysia sejak 2014, yang berarti dia berusia 17 tahun ketika dikirim ke Negeri Jiran. Pada saat meninggal Minggu 11 Februari lalu, Adelina berusia 21 tahun.
 
 
Tetapi Nik Ros mengaku memiliki keterangan berbeda mengenai usia Adelina. "Dari paspor menunjukkan bahwa dia (Adelina) berusia 26 tahun," ujar Nik Ros.
 
Pada 13 Februari, seorang wanita 60 tahun ditangkap dari rumah tempat Adelina bekerja. Dua anaknya, seorang pria 39 tahun dan perempuan 36 tahun sebelumnya ditahan dan dimintai keterangan.
 
Polisi Penang kini tengah menunggu hasil autopsi Adelina. "Kami tidak mengesampingkan dugaan kekerasan ini terjadi berbulan-bulan, namun kami masih menunggu hasil autopsi jenazah," tutur Kepala Polisi Penang Komisaris Datuk A. Thaiveegan.
 
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi pada 13 Februari 2018 memastikan komitmen pemerintah untuk pengurusan atas kasus ini.
 
Adelina sebenarnya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Namun dia berangkat ke Penang dari Medan.
 
Tak hanya itu, paspor milik Adelina dikeluarkan di Blitar. Sebelumnya disebut nama Adelina dengan nama lengkap Adelina Lisao. Tetapi setelah dilakukan penyelidikan diketahui namanya sebenarnya adalah Adelina Jemirah.
 
Menlu Retno menyebutkan pihak Kemenlu sudah berhasil mengontak keluarganya. "Iya kita sudah bisa kontak dengan keluarganya, keluarganya ayah dan pamannya," ungkap Retno.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id