medcom.id, Jakarta: Pemerintah Arab Saudi tidak memberikan notifikasi atas dua warga negara Indonesia (WNI) yang dieksekusi mati. Ternyata hal tersebut dialami negara lain.
"Sejak Januari 2015, Arab melakukan hukuman mati 61 orang. Di antaranya warga negara Suriah, Pakistan, Myanmar, Yordania, Filipina, India dan Indonesia," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
"Mereka mengalami hal yang sama. Arab Saudi tidak menginformasikan waktu dan tempat dilaksanakan eksekusi mati," lanjutnya.
Mengenai langkah yang akan dilakukan pemerintah, Arrmanatha mengatakan bahwa pihaknya akan terus mencari jalan dengan Arab Saudi, mengingat masih ada WNI yang dalam proses hukum.
"Kita cari jalan, paling tidak Arab Saudi melakukan hal yang senada dengan negara lain. Tetap menghormati pelaksanaan hukum di sana. Tapi Arab Saudi seharusnya bisa menghormati hubungan kedua negara," tegasnya.
Sementara kemungkinan penarikan Dubes RI di Arab Saudi, Arrmanatha mengutarakan hal tersebut tidak mungkin. Ini dikarenakan Dubes RI di Arab Saudi sudah ditarik pulang, untuk mengisi posisi sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Vonis hukuman untuk karni sudah diputuskan 2013 dan dieksekusi 2015. Selama rentang waktu menunggu eksekusi mati mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Jokowi, sudah mengirim surat. Ini berarti surat ada pengaruh untuk menunda eksekusi.
Kasus Karni binti Medi Tarsim dikatakan kritis karena pihak keluarga korban menolak untuk menerima uang diyat atau uang darah. Pihak keluarga hanya menginginkan Karni segera dieksekusi mati.
Kasusnya pun dianggap sebagai kasus yang keji. Dirinya bekerja di sebuah keluarga di Yanbu dan setelah tiga tahun, dirinya bekerja tanpa masalah.
Namun masalah datang ketika Karni yang berangkat ke Arab Saudi lalu, membunuh bayi yang diasuhnya. Mendengar putrinya, sang ayah yang panik mengenderai mobil dengan kencang dari kantornya. Dalam perjalanan tersebut sang ayah menabrak dua pengendara lain hingga tewas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan