Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un saling tukar surat dengan Presiden Korsel Moon Jae-in. Foto: AFP
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un saling tukar surat dengan Presiden Korsel Moon Jae-in. Foto: AFP

Redakan Ketegangan Kim Jong-un Bertukar Surat dengan Presiden Korsel

Internasional Kim Jong-un korea utara korea selatan
Fajar Nugraha • 22 April 2022 11:05
Seoul: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un berkirim surat dengan mantan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in awal pekan ini sebagai pernyataan kepercayaan mendalam mereka. Ini juga menjadi bentuk upaya meredakan ketegangan.
 
“Kim menerima surat ‘pribadi’ dari Presiden Moon pada Rabu dan mengirim surat balasan pada hari berikutnya,” menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara, seperti dikutip oleh Yonhap, Jumat 22 April 2022.
 
"Berbagi pandangan yang sama bahwa hubungan antar-Korea akan meningkat dan berkembang seperti yang diinginkan dan diantisipasi oleh bangsa jika Utara dan Selatan melakukan upaya tak kenal lelah dengan harapan. Para pemimpin puncak saling menyampaikan salam hangat kepada rekan-rekan di Utara dan Selatan," katanya dalam laporan berbahasa Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dalam suratnya, Moon menyatakan niatnya untuk mendukung upaya membuat deklarasi bersama yang dikeluarkan oleh kedua Korea sebagai dasar untuk reunifikasi bahkan setelah pensiun, karena Kim menghargai apa yang telah dilakukan presiden untuk tujuan besar bangsa," menurut KCNA.
 
Masa jabatan lima tahun Moon akan berakhir pada 9 Mei.
 
"Pertukaran surat pribadi antara para pemimpin puncak Utara dan Selatan adalah ekspresi dari kepercayaan mereka yang mendalam," tambah laporan.
 
Moon dan Kim Jong-un mengadakan tiga putaran pembicaraan puncak bilateral. Mereka pertama kali bertemu di desa perbatasan gencatan senjata Panmunjom pada April 2018, di mana mereka menandatangani ‘Deklarasi Panmunjom’ yang menyerukan kedua Korea untuk bekerja sama dalam mengurangi ketegangan.
 
Keduanya bertemu lagi di Panmunjom pada bulan berikutnya, diikuti dengan pembicaraan di Pyongyang pada September, di mana mereka menandatangani perjanjian lain untuk mengeksplorasi cara-cara untuk memajukan kerja sama lebih lanjut.
 
Dialog antar-Korea, bagaimanapun, tetap terhenti sejak KTT Hanoi 2019 antara Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump berakhir tanpa kesepakatan.
 
Tak lama setelah laporan KCNA, kantor Moon mengonfirmasi bahwa kedua pemimpin telah bertukar surat.
 
Pengumuman itu datang ketika Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba rudal selama beberapa minggu terakhir di tengah laporan kemungkinan uji coba nuklir. Tidak segera dikonfirmasi apakah dalam suratnya Moon meminta Korea Utara menghentikan tindakan yang meningkatkan ketegangan seperti itu.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif