Perempuan Afghanistan diwajibkan gunakan burqa oleh Taliban. Foto: AFP
Perempuan Afghanistan diwajibkan gunakan burqa oleh Taliban. Foto: AFP

G7 Minta Taliban Setop Rampas Hak Perempuan

Internasional g7 Taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban
Medcom • 13 Mei 2022 13:09
Paris: Group of Seven (G7) pada Kamis, 12 Mei 2022 mengatakan kian terbatasnya hak-hak wanita dan anak perempuan di Afghanistan membuat negara itu terisolasi.
 
“Dengan tindakan-tindakan ini, Taliban semakin mengisolasi diri mereka dari komunitas internasional,” kata para Menteri Luar Negeri yang tergabung dalam G7 dan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (EU), dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Dalam sebuah pernyataan bersama yang dirilis Prancis, Taliban diminta segera bertindak untuk mencabut pembatasan bagi wanita dan anak perempuan, serta menghormati hak asasi manusia mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kembali berkuasa ketika pemerintah Afghanistan runtuh tahun lalu, Taliban pada Sabtu, 7 Mei 2022 mewajibkan seluruh perempuan menutupi wajahnya di depan umum. 
 
Keadaan kini berangsur mendekati kekuasaan keras Taliban di masa lalu.  Para perempuan pun memprotes dekrit baru yang dikeluarkan pemimpin tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada.
 
Dekrit itu adalah yang terbaru dari serangkaian pembatasan yang dikeluarkan Taliban di Afghanistan. Dekrit Akhundzada, yang juga memerintahkan perempuan untuk 'tinggal di rumah jika tidak memiliki pekerjaan penting di luar' telah memicu kecaman internasional.
  
Akhundzada juga memerintahkan pihak berwenang untuk memecat pegawai pemerintah perempuan yang tidak mengikuti aturan berpakaian yang baru. Bahkan, menskors pekerja laki-laki jika istri dan anak perempuan mereka tidak mematuhinya. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif