Pelaksana tugas Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani. (Wakil KOHSAR / AFP)
Pelaksana tugas Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani. (Wakil KOHSAR / AFP)

Taliban Mau Buka Sekolah untuk Perempuan Asal Ada Syarat Berpakaian

Medcom • 18 Mei 2022 10:28
Kabul: Wakil pemimpin kelompok Taliban dan pelaksana tugas Menteri Dalam Negeri Afghanistan, Sirajuddin Haqqani, dalam wawancara Senin kemarin menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kembali sekolah untuk perempuan bergantung pada penentuan syarat berpakaian.
 
Haqqani membahas pendidikan dalam wawancara dengan CNN, tepatnya mengenai "keadaan di Afghanistan terkait isu hijab."
 
"Kami harus menetapkan syarat (berpakaian), agar kami dapat memastikan kehormatan dan keamanan mereka. Kami bertindak untuk memastikan ini," ucapnya kepada reporter CNN Christiane Amanpour, dilansir dari The Hill, Rabu, 18 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita semua percaya bahwa pendidikan diciptakan sebagai berkah dari Tuhan dan menjadi penting bagi laki-laki dan perempuan," lanjutnya.
 
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, tidak ada yang menentang pendidikan," ungkap Haqqani.
 
Tahun ini, Taliban menutup sekolah menengah untuk anak-anak perempuan hingga ditetapkan rencana pembukaan kembali yang sesuai dengan syariat Islam.
 
Keputusan tersebut dikeluarkan setelah Kementerian Pendidikan menjanjikan semua siswa akan kembali sekolah setelah berbulan-bulan pembatasan pada anak-anak perempuan berusia sekolah menengah.
 
Taliban mengambil alih Kabul pada Agustus 2021 setelah Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya dari Afghanistan. Sejak itu, negara tersebut mengalami penderitaan secara ekonomi, dan kelompok pemberontak membatasi hak-hak perempuan.
 
Terakhir kali Taliban menguasai Afghanistan, pendidikan bagi perempuan dibatasi. Begitu pula dengan kesempatan kerja.
 
Bulan ini, Taliban mengeluarkan keputusan yang mewajibkan perempuan mengenakan pakaian yang menutupi kepala hingga kaki di hadapan umum. Mengutip dekrit tersebut, Haqqani mengatakan dalam wawancaranya dengan Amanpour bahwa dirinya berkomitmen untuk hak semua orang.
 
"Kami tidak memaksa perempuan untuk berhijab, tapi kami menyarankan dan memperingatkannya dari waktu ke waktu," ujarnya.
 
"Hijab juga menciptakan lingkungan bermartabat untuk pendidikan dan pekerjaan perempuan. Hijab tidak wajib, tetapi itu adalah perintah Islam yang harus diterapkan semua orang," imbuh Haqqani. (Kaylina Ivani)
 
Baca:  Perempuan Afghanistan Protes Perintah Taliban untuk Mengenakan Burqa
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif