Kapal Tiongkok di perairan Laut China Selatan. Foto: AFP.
Kapal Tiongkok di perairan Laut China Selatan. Foto: AFP.

AS Peringatkan Tiongkok Tahan Diri di Laut China Selatan

Internasional amerika serikat laut china selatan Tiongkok as-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 08 April 2021 18:25
Washington: Amerika Serikat (AS) memperingatkan Tiongkok untuk tidak berlaku agresif di perairan internasional Laut China Selatan. Hal ini dikarenakan banyaknya laporan dari Filipina dan Taiwan mengenai aksi Beijing di perairan tersebut.
 
"Serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina, kapal umum atau pesawat terbang di Pasifik, termasuk di Laut China Selatan, akan memicu kewajiban kami berdasarkan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price dilansir dari France24, Kamis, 8 April 2021.
 
"Kami memiliki keprihatinan yang sama dengan sekutu Filipina kami mengenai laporan yang terus berlanjut dari milisi maritim Tiongkok di dekat Karang Whitsun," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih dari 200 kapal milik Tiongkok terlihat pertama kali pada 7 Maret lalu di Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer barat Pulau Palawan. 
 
Baca juga: Militer Filipina Dokumentasikan Struktur Buatan Ilegal di Laut China Selatan
 
Beijing yang mengklaim hampir seluruh laut yang kaya sumber daya itu, telah menolak permohonan selama beberapa pekan oleh Filipina untuk menarik kapal. Menurut Manila, kapal-kapal tersebut sudah memasuki zona ekonomi eksklusif mereka secara ilegal.
 
Ketegangan juga meningkat dengan Taiwan, wilayah yang diklaim Beijing masih milik mereka. Lebih dari 15 pesawat Tiongkok dilaporkan menyeberang ke zona pertahanan udara pulau tersebut.
 
Price menyuarakan "keprihatinan" tentang tindakan Beijing tersebut.
 
"Amerika Serikat mempertahankan kapasitas untuk menolak setiap upaya kekerasan atau bentuk paksaan lain yang akan membahayakan keamanan atau sistem sosial dan ekonomi rakyat di Taiwan," imbuhnya.
 
Dia menggunakan bahasa dari Undang-Undang Hubungan Taiwan, di mana Amerika Serikat berkewajiban menyediakan pulau itu sarana untuk mempertahankan diri dari Beijing.
 
Sementara itu, Presiden Joe Biden telah berjanji untuk mempertahankan sekutu yang kuat dan, dalam titik kontinuitas dengan pendahulunya, Donald Trump. Ia mendukung penolakan yang kuat atas kekuatan Tiongkok di pulau itu.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif